ADAKAH.ID, SAMARINDA – Sejak maraknya pandemi Covid-19, segala macam aktivitas tatap muka harus dibatasi guna mencegah penyebarluasan virus tersebut. Termasuk aktivitas kunjungan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Samarinda.
Padahal, kunjungan merupakan salah satu cara merehabilitas secara psikis para tahanan. Kendati menerapkan protokol kesehatan Covid-19, terpaksa kunjungan dilakukan secara tidak langsung yakni melalui panggilan video.
Sebagai inovasi mengatasi pembatasan aktivitas, pihak Lapas Klas IIA Samarinda meluncurkan Layanan Terpadu secara elektronik, yakni E-Later L’Samda.
Aplikasi tersebut mengintegrasikan beragam informasi, diantaranya jadwal kunjungan tatap muka terbatas, data penerima pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti mengunjungi keluarga, serta yang lainnya.
“Itu membantu masyarakat di luar sana, tidak harus datang ke sini (Lapas Klas IIA Samarinda), ujar Kalapas Muhammad Ilham Agung saat diwawancarai, (17/10/2022).
Muhammad Ilham menjelaskan, kehadiran aplikasi tersebut dilatari kondisi pandemi Covid-19. Meski kini telah surut, aplikasi tersebut masih diperdayakan hingga saat ini
“Dengan mengunduh aplikasi itu, masayarakt bisa mengakses informasi. Sudah ada di Playstore,” terangnya.
Selain E-Later L’Samda, Lapas Samarinda memiliki inovasi lain untuk meningkatkan kinerja petugas pengamanan, yakni Sipel Opam (Sistem Pelaporan Online Pengamanan).
Ilham menerangkan, aplikasi tersebut digalakan guna mengontrol kerja pengawasan dan pengamanan setiap hari. Hal tersebut juga memudahkan memastikan kinerja petugas.
“Jadi petugas pengamanan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya tidak harus face to face mengawasi, cukup dilihat dari aplikasi,” jelas Ilham.
“Ketiak yang bertugas tidak melakukan kontrol, pasti terlihat, dan itu nanti bisa langsung diberi teguran dari atasan langsung,” imbuhnya. (Sam)
Download E-Later L’Samda: klik disini
