ADAKAH.ID, SAMARINDA – Menjadi ciri masyarakat urban.
Anak muda menghabiskan waktunya bersama di kedai maupun di cafe.
Berada ditengah permukiman warga kota tepatnya di Jalan KS Tubun dalam, no 35, Sidodadi, Samarinda, kaltim.

Kedai Pram menyedikan ruang nongkrong, bernyanyi, membaca dan mengerjakan tugas-tugas.
Dengan mengusung segmen pelajar, kedai pram ramai dikunjungi mahasiswa.
Wawan selaku pengelola kedai Pram mengatakan, nama kedai Pram di ambil dari nama Pramoedya Ananta Toer seorang sastrawan, malu jika kita menggunakan nama Pram namun tidak mencerminkan dari sosok Pram sendiri, maka dari itu kami menyediakan wadah literasi, serta wadah diskusi yang bisa digunakan pengunjung adalah alasan utama hadirnya kedai Pram.
“Ada juga panggung musik buat yang mau nyanyi, kalau mau baca puisi juga bisa, yang pasti terbuka untuk semua kalangan dan komunitas, dan kami pun berharap kedai pram bisa menjadi magnet bagi para pengunjung untuk terus merawat budaya literasi dan diskusi dikalangan anak muda khususnya,” ungkapnya.
Dua tahun lebih sudah kedai Pram hadir di kota Samarinda.
Meskipun sempat mendapati kendala yang mengharuskan kedai Pram untuk tutup sementara waktu.
Alumnus Fisip, Unmul Samarind saat itu tidak menyurutkan komitmennya untuk kembali membuka kedai Pram.
Kesabarannya tidak sia sia, komitmennya selama ini kedai Pram kembali buka dengan wajah barunya yang bertempat di jalan KS Tubun dalam no 35.
Kedai Pram hadir dengan konsep yang terhitung masih jarang ditemui di samarinda yakni, perpustakaan mini.
“Kami menyediakan ruang baca yang bisa digunakan siapa saja yang ingin membaca dan sambil menikmati minuman dan makanan yang tersedia di kedai Pram,” terangnya, Sebin (21/12/2020). (Erw)
