Belasan Mahasiswa Protes Wacana Pemangkasan Insentif Guru, Wali Kota Samarinda Tegaskan Tetap Rp700 Ribu

Unjukrasa Mahasiswa Protes Wacana Pemangkasan Insentif Guru di Halaman Balaikota Samarinda
Caption: Unjukrasa Mahasiswa Protes Wacana Pemangkasan Insentif Guru di Halaman Balaikota Samarinda(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Mencuatnya kabar pemangkasan insentif guru honorer menuai protes sejumlah kalangan guru. Bahkan sejumlah mahasiswa turut menyoalkannya. Wali Kota Samarinda justru menegaskan insentif guru tidak dipangkas.

Sekira pukul 09.00 hari Jumat (15/8/2022), belasan mahasiswa menggelar unjuk rasa memprotes kebijakan pemangkasan insentif guru honorer di halaman Balai Kota Pemkot Samarinda.

Belasan massa unjuk rasa tersebut mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa Peduli Guru. Tampak diantaranya menggunakan almamater Universitas Mulawarman.

Dengan pengeras suara mega phone dan membetangkan spanduk berisi suara guru, peserta aksi berdialog langsung dengan wali kota.

Humas aliansi Fitrianto menyatakan, aksi unjuk rasa tersebut dilakukan akibat beredarnya berita di media sosial terkait insentif guru honorer menjadi senilai Rp250 ribu.

Padahal aturan perwali sebelumnya, besaran insentif bagi guru honorer senilai Rp700 ribu.

“Aksi ini bagian dari keresahan yang sejak lama dirasakan para guru,” kata Fitrianto.

Sejumlah Guru dan belasan Masa Aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Guru
Sejumlah Guru dan belasan Masa Aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Guru

Tak berapa lama, Wali Kota Samarinda, Andi Harun didampingi Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Asli Nuryadin menghamipiri massa unjuk rasa tersebut.

Andi Harun menyampaikan isu pemangkasan insentif guru honorer tidak benar. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tetap berpegang pada ketentuan, insentif guru honorer senilai Rp700 ribu.

“Saya tegaskan,tidak ada pemotongan insentif guru honorer,” ucap Andi Harun.

Andi Harun menerangkan, Pemkot Samarinda saat ini tengah melakukan pendataan keberadaan guru di sekolah – sekolah.

Pasalnya pihaknya menemukan guru yang telah berpindah domisili ke luar Kota Samarinda, namun masih menerima insentif karena memiliki SK dari Pemkot Samarinda.

Lebih lanjut, AH sapaan Wali Kota memaparkan, selama ini hampir semua sekolah-sekolah masih menggantungkan dana pengembangannya kepada negara. Termasuk yang Swasta maupun yang dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) RI. (Sam)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+