Generasi Muda Dinilai Jauh dari Politik, DPRD Samarinda Minta Literasi Demokrasi Diperkuat

Caption: Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, (Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Minimnya pemahaman mengenai demokrasi dinilai masih menjadi tantangan di tengah kehidupan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

Kondisi tersebut dinilai memengaruhi cara pandang sebagian anak muda terhadap politik yang kerap dianggap negatif, padahal kebijakan publik yang memengaruhi kehidupan sehari-hari lahir dari proses politik.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyampaikan persepsi keliru terhadap politik membuat sebagian generasi muda cenderung menjauh dari isu-isu pemerintahan dan kebijakan publik.

Menurutnya, pemahaman dasar mengenai demokrasi penting dikenalkan sejak usia sekolah agar anak muda tidak tumbuh dengan stigma negatif terhadap proses politik.

“Sering kali politik dipersepsikan sebagai sesuatu yang buruk, padahal berbagai keputusan yang mengatur kehidupan masyarakat lahir dari proses tersebut. Karena itu, pemahaman politik yang benar perlu mulai dikenalkan sejak dini,” ungkap Samri, Selasa (26/5/2026).

Selain itu, Samri juga menekankan pentingnya penguatan literasi politik di tengah derasnya arus informasi digital yang dinilai rentan memunculkan hoaks maupun narasi menyesatkan.

Dirinya menilai tanpa pemahaman dasar tentang sistem pemerintahan, demokrasi, dan hak warga negara, generasi muda berpotensi lebih mudah terpengaruh informasi yang tidak akurat.

“Minimal anak-anak memahami bagaimana demokrasi berjalan, bagaimana kebijakan dibentuk, dan bagaimana menyikapi informasi secara lebih bijak supaya tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” ucap Samri.

Untuk itu, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendorong Dinas Pendidikan Kota Samarinda mulai mempertimbangkan pengenalan materi demokrasi dan pendidikan politik di tingkat SMP hingga SMA dengan pendekatan yang sesuai usia peserta didik.

“Kalau anak muda memahami politik dengan baik, mereka akan lebih objektif dan mampu melihat persoalan publik secara lebih matang,” Tutup Samri. (ADV)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+