• Berita
  • Pasar
  • Kaltim Antisipasi Lonjakan Inflasi Jelang Idulfitri 2024

Kaltim Antisipasi Lonjakan Inflasi Jelang Idulfitri 2024

Ilustrasi langkah Pemprov Kaltim antisipasi lonjakan inflasi menjelang lebaran Idulftiri 2024. (Ist)
Caption: Ilustrasi langkah Pemprov Kaltim antisipasi lonjakan inflasi menjelang lebaran Idulftiri 2024. (Ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Momen bulan Ramadan 1445 Hijriah akan usai, artinya sebentar lagi hari raya Idulfitri yang dinantikan umat Islam pun tiba. Kendati menjelang hari besar tersebut seringkali terjadi lonjakan inflasi, membuat harga-harga komoditas meninggi.

Pemprov Kalimantan Timur tak tinggal diam, untuk menanggulanginya pemerintah mengambil langkah strategis melalui Gerakan Pangan Murah. Inisiatif ini merupakan upaya sinergis antara pemerintah daerah dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menstabilkan harga pangan dan memastikan inflasi tetap dalam batas yang wajar.

Data inflasi Februari 2024 menunjukkan angka year on year sebesar 3,28 persen di Kaltim, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,92.

Sementara itu, tingkat inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Berau sebesar 4,14 persen dengan IHK 106,32, sementara yang terendah terjadi di Kota Samarinda sebesar 3,04 persen dengan IHK 105,51.

Artinya Kabupaten Berau mencatat inflasi tertinggi. Komoditas pangan menjadi penyumbang inflasi dominan yakni, beras, tomat, bawang putih, dan komoditas lainnya.

Siti Farisyah Yana, Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, komoditas pangan tersebut akan menjadi fokus dalam pengendalian inflasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna mensukseskan langkah strategis.

“Kami berupaya keras untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga, bekerja sama dengan semua stakeholder, termasuk Bulog dan retail modern,” ujar Siti saat Gerakan Pangan Murah.

Siti menjelaskan, gerakan ini tidak hanya menargetkan stabilisasi harga tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal. Kaltim siap melaksanakan arahan pusat dalam pengendalian inflasi di daerah.

“Target inflasi nasional antara 1,5 hingga 3,5 persen, memfokuskan upaya pada stabilisasi harga kebutuhan pokok,” ungkap Siti.

“Dengan pendekatan yang komprehensif, Kaltim berharap dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat dan memastikan perayaan Idul Fitri yang meriah dan terjangkau bagi semua,”pungkasnya.

(HI)

.

MASUKAN KATA KUNCI