ADAKAH.ID, SAMARINDA – Kekhawatiran terhadap keberlangsungan layanan kesehatan bagi ribuan warga muncul setelah rencana pengalihan sekitar 49 ribu peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Samarinda dari tanggungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim), kembali ke Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mencuat.
Di tengah ketidakpastian tersebut, perhatian publik tertuju pada nasib masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini bergantung pada jaminan kesehatan dari pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, meminta Pemprov Kaltim, dan Pemkot Samarinda segera membangun komunikasi dan mencari formulasi bersama agar persoalan pembiayaan tidak mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, isu kesehatan tidak semestinya menjadi perdebatan administratif yang berlarut-larut.
“Pemprov, dan Pemkot perlu duduk bersama untuk membahas solusi terbaik. Persoalan ini menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak, sehingga harus menjadi perhatian bersama,” Ungkap Anhar. Senin (25/5/2026).
Lebih lanjut, Anhar politisi partai kepala banteng menyebutkan, sekitar 49 ribu peserta yang terdampak tetap merupakan warga Samarinda yang membutuhkan perlindungan jaminan kesehatan, khususnya kelompok masyarakat rentan dan berpenghasilan menengah ke bawah.
Karena itu, dirinya menekankan kebijakan apa pun harus mempertimbangkan keselamatan dan keberlanjutan akses kesehatan masyarakat.
“Jangan sampai warga yang membutuhkan justru kehilangan akses layanan karena persoalan kewenangan atau keterbatasan pembiayaan. Kesehatan masyarakat harus ditempatkan sebagai prioritas utama,” Ucap Anhar.
Selain itu, politisi dari PDI Perjuangan tersebut menambahkan pihaknya berencana membuka forum diskusi terkait sinkronisasi pembangunan sektor kesehatan dan pendidikan antara Pemprov, dan Pemkot.
“Kami ingin ada keselarasan kebijakan, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan, supaya pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih efektif dan tidak tumpang tindih,” Tutup Anhar. (ADV)
