ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda meminta Dinas Kesehatan kota Samarinda untuk mempercepat pencapain target vaksinasi lansia.
Sejalan dengan itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun menerangkan vaksinasi lansia yang belum capai target sebabkan agenda vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun belum bisa dilaksanakan.
“Jadi saya minta kepada kepala Dinas Kesehatan Pak Ismed dan jajarannya harus terus bekerja mencapai target,” kata Andi Harun kepada awak media, jumat (14/1/2022)
“Saya juga mengucapkan terimaksih kepada Pak Kapolres, Pak Dandim, BIN, dan semua elemen yg turut melakukan vaksin secara door to door maupun terpusat untuk mempercepat capaian target kita,” sambungya
Andi sapaan dari Andi Harun juga mengungkapkan bahwa Pemkot Samarinda sedang lakukan persiapan menyambut gelombang vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun.
“Kami sedang mempersiapkan vaksin 6-11 tahun.Walaupun belum ada, tapi kesiapannya sudah dipastikan,” ungkapnya
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti juga mengharapkan Dinkes Samarinda lakukan percepatan vaksinasi lansia.
Walau demikian, politisi Partai Demokrat itu tetap mengakui adanya tantangan tersendiri dalam pelaksanaan vaksinasi lansia ini.
“Meskipun sosialisasi terus digencarkan, mereka masih takut. Masih banyak juga lansia yang komorbid,” katanya kepada awak media, Rabu (13/1/22) lalu.
“Tapi saya tetap ingin Dinkes mempercepat vaksin lansia. Supaya kita dapat jatah vaksin anak. Karena tahun ini kita 100 persen harus PTM (pembelajaran tatap muka,” sambungnya berseru.
Puji juga turut memberi apresiasi atas upaya pemerintah bersama Polri-TNI untuk melakukan percepatan vaksinasi lansia. Apalagi, adanya kegiatan vaksinasi door to door.
“Karena kalau para lansia diminta untuk ke puskesmas, pasti mereka akan menolak,” ungkap Puji.
Untuk diketahui, Salah satu persyaratan bagi daerah agar dapat melaksanakan vaksinasi anak 6 sampai 11 tahun, setelah vaksinasi lansia mencapai 60 persen.
Mengutip data infografis Dinas Kesehatan Samarinda pada 13 Januari 2022, capaian vaksinasi dosis pertama untuk lansia tercapai 59,63 persen. Namun vaksinasi keduanya baru mencapai 46,92 persen.
Hingga saat data tersebut dirilis total yang sudah divaksin barulah mencapai sekitar 25 ribuan saja, Dari total target sasaran vaksin lansia berjumlah 43.193 orang.
Sementara itu, berdasarkan Surat Edaran bernomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster), vaksinasi booster bagi sasaran lansia dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota.
(Sam)
