Ratusan Warga Antusias Ikuti Sosbang yang Digelar Baharuddin Demmu

Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, Laksanakan Sosbang ke-4. di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kukar, Kaltim, pada Sabtu (25/5/2024).
Caption: Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, Laksanakan Sosbang ke-4. di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kukar, Kaltim, pada Sabtu (25/5/2024).(Adakah.id)

ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ratusan masyarakat dengan antusias turut serta hadir dalam kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang), yang dilakukan Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Baharuddin Demmu.

Sosbang ini merupakan yang ke-5 di Tahun 2024. Digelar di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim, pada Sabtu (25/5/2024).

Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD), Bhineka Tunggal Ika, Dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menjadi pedoman bagi seluruh elemen masyarakat, dari pemerintah hingga rakyat biasa dalam kehidupan bermasyarakat.

Terkait dengan penjelasan tersebut, dipaparkan oleh dua narasumber yang merupakan akademisi, berasal dari Fakultas Hukum, Universitas Mulawarman (Unmul) yakni, Dr. Haris Retno Susmiyati, S.H., M.H dan Amsari Damanik S.H., M.Kn.

Setelah Baharuddin Demmu menyampaikan sambutannya, kemudian materi pertama Sosbang dipaparkankan oleh Amsari Damanik S.H., M.Kn.

Amsari Damanik menyampaikan, betapa pentingnya untuk setiap masyarakat mengerti dan paham mengenai, jati diri kita sebagai warga negara.

“Orang yang mengetahui jati dirinya, tentu akan bisa berbuat dan mengerti untuk apa sesungguhnya hidup ini,” kata Amsari.

Sebagai contoh seorang karyawan, lanjut Amsari, tentu ketika dia mengetahui posisi atau jati dirinya, tentu dia akan paham dan mengerti kewajiban yang akan dilaksanakan menurut peraturan dari perusahaan tempatnya bekerja.

“Apalagi kita hidup berbangsa, tentu kita harus mengetahui 4 pilar kebangsaan, sebenarnya apa yang menjadi jati diri kita,” ucapnya.

Jika seorang pelajar mengetahui dirinya, tambah Amsari Damanik, tentunya dia akan mencoba untuk memenuhi segala kewajibannya.

“Dan tentu dia tidak akan mensia-siakan apa yang menjadi kewajibannnya. Ketika seseorang tidak mengetahui hal tersebut maka potensi untuk melakukan hal yang merugikan akan terjadi,” katanya lagi.

Tak jauh berbeda materi Sosbang kemudian disampaikan oleh Dr. Haris Retno Susmiyati, S.H., M.H. Dirinya menyebut bahwa masyarakat Indonesia diciptakan dengan penuh keragaman.

“Kita orang Indonesia diciptakan berbeda-beda, ada yang rambutnya keriting, ada yang rambutnya lurus, ada yang orang jawa ada orang bugis, dan lain sebagainya. Tapi keinginannya sama, mau sukses semua,” ucap Haris Retno.

Dirinya juga menyebut bahwa jika keinginan untuk sukses dan hidup bahagia, harus bekerjasama dengan sesama masyarakat.

“Contohnya guru dengan murid juga harus bekerjasama. Itu lah yang menjadi ciri, membedakan kita dengan bangsa lain,” tambahnya.

Dalam Pancasila dijelaskan juga tentang persatuan, lanjut Haris Retno, dengan persatuan akan terwujud sebuah keberhasilan.

“Selain itu, ada sila yangh menjelaskan rasa kemanusiaan. Jika kita ingin diperlakukan dengan baik, tentu harus memperlakukan orang lain dengan demikian. Dan ada prinsip demokrasi, setiap orang memiliki kebebasan berpendapat. Namun hal tersebut jangan sampai membuat seseorang meninggalkan kewajibannya,” tutupnya.

Sebagai penutup setelah materi Sosbang disampaikan, Baharuddin Demmu menambahkan, bahwa materi ini berkaitan dengan masa depan hidup, bermasyarakat, dan berbangsa.

“Perlu diingat, apalagi untuk yang muda-muda ini. Kunci sukses yaitu, kerja keras, dan itu ada pada diri kita,” tandasnya.

(HAE)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+