Instagram, SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, menggelar reses masa sidang I tahun 2022.
Agenda serap aspirasi tersebut melibatkan 5 RT sekaligus, yang berada di wilayah Perumahan Bukit Temindung Indah, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang pada Rabu, (9/2/2022).
Afif sapaan akrabnya, mendengarkan keluhan warga pemilihnya, diantaranya menyoal penanganan banjir, persoalan Penarangan Jalan Umum (PJU), perbaikan drainase, hingga yang utama yakni masalah distribusi air bersih.
“Masalah air bersih saya sudah mendapat dari surat forum RT mulai dari RT 21 sampai RT 26 yang meminta pompa air baru. Alhamdulillah itu sudah disanggupi wali kota (Andi Harun, Red) dan nantinya dianggarkan di APBD Perubahan 2022,” kata Afif.
Mengenai masalah Air, Afif menerangkan bahwa pada bulan Oktober atau November tahun ini akan ada pengadaan cadangan pompa air guna penyaluran ke pemukiman warga.
“Tinggal saya mengusahakan tempat penampungan airnya. Kalau itu sudah berjalan, insyaallah keluhan air bersih yang macet bisa tertolong,” ujar Afif.
Kemudian masalah banjir, Afif menyebut anggaran yang diperlukan tak sedikit. Menurutnya, penanganan tak boleh dilakukan sepotong-sepotong. Oleh sebab itu, pekerjaan penanganan banjir diserahkan sepenuhnya kepada Pemkot Samarinda.
“Kami (DPRD) dan Pemkot Samarinda berjuang sekuat tenaga. Retribusi dari restoran yang masih rancu juga akan kita tindaklanjuti agar jadi sumber pendanaan lain berupa PAD yang bisa mendorong program penanganan banjir,” tegasnya.
Dan lagi, terkait PJU, Afif tidak terdapat kendala. Stok unit PJU pun telah tersedia. Ia menuturkan, hanya tinggal dilakukan pemasangan.
“Memang beberapa lampu jalan masih belum terpasang. Tinggal kita koordinasikan saja, tidak perlu dianggarkan. PJU intinya aman,” terangnya.
Di tengah warga, hadir pula Lurah Mugirejo, Nur Irwansyah, yang turut menyampaikan persoalan banjir di Jalan Damanhuri.
Nur Irwansyah memaparkan, banjir disebabkan lantaran kapasitas drainase yang tak maksimal, membuat air mengalir keluar dan notabene-nya masuk wilayah Kelurahan Sungai Pinang Dalam (SPD).
“Jadi beda batas, air itu kadang tidak langsung meluncur yang menyebabkan banjir. (Air) dari perumahan ini, keluar ke gang Ogok baru ke drainase, kemudian kalau akses di sana tidak masuk, ya tidak bisa dilewati. Ada RT 21, RT 26, RT 27 dan terkhusus RT 29 yang paling vital terdampak banjir,” ujar Nur Irwansyah kepada awak media.
Wawan sapaanya itu menambahkan, yang paling penting terkini ialah masalah kebutuhan air bersih, khususnya bagi warga di Perumahan Bukit Pinang ini.
Sejak tahun 1995, ia menjelaskan, persoalan air bersih merupakan kendala masyarakat di daerah ini. Wawan berharap persoalan ini segera mendapatkan solusi dari Pemkot.
“Perumahan Artas (nama sebelum diubah) sejak 1995 sudah ada masalah air, tapi belum juga tuntas,” imbuhnya. (Adv)
