Pembongkaran Lapak PKL Polder Air Hitam, Muhammad Fahmi: Ini Instruksi Wali Kota

Instagram, SAMARINDA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Samarinda laksanakan pembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Polder Air Hitam, Samarinda Ulu, pada Kamis, (10/3/22).

Pembongkaran dilatari penataan total fasilitas penampung air tersebut, hingga rencana Pemerintah kota Samarinda bakal dibangun mini teater serta zona-zona ekonomi di kawasan tersebut guna menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kini memasuki tenggat waktu yang telah ditetapkan. Proses memasuki tahap pembongkaran lapak PKL guna memulai pembangunan. Hal tersebut pun dilakukan seuasi dengan ketentuan yang berlaku.

Hal itu sejalan dengan apa yang disampaikan Camat Samarinda Ulu, Muhammad Fahmi saat hadir dalam proses pembongkaran lapak PKL Polder Air Hitam.

Pembongkaran sudah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Samarinda Nomor 19 Tahun 2001 tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima dalam wilayah Kota Samarinda.

“Ini sudah memenuhi prosedur dan memenuhi instruksi dan arahan Pak Wali Kota Samarinda,” kata Fahmi sapaanya, kepada awak media.

Pembongkaran merupakan upaya Pemkot Samarinda menyambut Ibu Kota Baru (IKN), dan juga guna menata kota Tepian jadi lebih rapi, tertata, dan nyaman

“Siapa yang tidak menghendaki Samarinda ini baik, bagus, dan juga apalagi tamu-tamu dari luar sudah masuk,” ungkap Fahmi.

“Kita saling menjaga dan ingin menyiapkan penyangga untuk ibu kota negara supaya kita bersiap-siap diseluruh bidang,” katanya menagaskan.

Diketahui sebelumnya, Muhammad Fahmi selaku Camat Samarinda Ulu melayangkan pemberitahuan kepada 53 Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Polder Air Hitam agar segera membongkar lapak secara mandiri, mereka diberi waktu empat hari sejak surat dilayangkan, pada 4 Maret 2022.

Seturut itu Satpol PP pun melayangkan surat kepada para PKL, dengan memberi tambahan waktu hingga 9 Maret 2022. Hingga akhirnya, Kamis (10/3),

Membongkar Lapak PKL Polder Air Hitam

Pukul 09.30 WITA, Satpol PP sudah tiba di lokasi dan bersiap melakukan pembongkaran lapak PKL Polder Air Hitam.

Kepala Satpol PP Muhammad Darham, mengungkapkan pihaknya mengerahkan sebanyak 70 personel dari tim gabungan dalam pembongkaran hari ini.

“Satpol-PP sendiri plus di kecamatan itu kurang lebih 70 orang, kita bagi dalam beberapa kelompok. Di kelompok itu ada beberapa titik yang harus dibantu penataan pembongkaran itu,” ungkap Darham sapaanya.

Saat tiba di lokasi, sebagian banyak lapak PKL telah tidak ada. Para pedagang telah membongkarnya secara mandiri, sehingga personil Saptol PP membongkar lapak yang masih berdiri.

“Untuk hari ini sisa-sisanya aja lagi, yang sudah kita bantu bongkar ada 4 kios, mungkin kurang lebih 10 kios hari ini yang (sebagian sudah dibongkar mandiri). Mudah-mudahan sudah bisa selesai hari ini,” lanjutnya.

Darham memastikan pihaknya akan terus memantau secara intens supaya PKL tidak berjualan kembali.

“Insyaallah dari Mako dibidang diknas nanti akan memantau selama 3 bulan, dia akan bergiliran dari kecamatan mana saja, dan seluruh kecamatan akan kita libatkan disini,” pungkasnya.

Barang dagangan maupun sisa material lapak PKL akan diamankan langsung oleh Satpol PP. Setelah diamankan, Satpol PP akan menyerahkan kembali ke pihak Kecamatan Samarinda Ulu. (Sam)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+