Solidaritas LMID untuk Arutchelvan dan Aktivis PSM Malaysia

Caption: Ketua Umum Liga Mahasiswa Indonesia Demokrasi (LMID) Tegar Afriansyah.(Ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID,SAMARINDA – Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) menyatakan dukungan penuh terhadap S. Arutchelvan (Arul), Wakil Ketua Nasional Partai Sosialis Malaysia (PSM) yang ditangkap Kepolisian IPD Dang Wangi pada 18 Agustus 2025.

Arul ditangkap setelah sebelumnya hadir secara sukarela ke kantor polisi pada 14 Agustus 2025, terkait insiden dalam aksi penyerahan draf Akta Skim Perumahan Pekerja Ladang yang digelar Jawatankuasa Sokongan Masyarakat Ladang (JSML) pada 13 Agustus 2025. Menurut LMID, Arul justru menjadi korban dalam peristiwa tersebut karena didorong aparat hingga jatuh, namun kemudian ditetapkan sebagai tersangka dengan dalih melukai seorang polisi.

LMID menilai penangkapan ini janggal, sebab pada 15 Agustus 2025, sebanyak 12 aktivis JSML telah membuat laporan resmi terkait dugaan kekerasan aparat ketika mencoba menyerahkan memorandum ke Parlemen Malaysia. Arul juga telah mengajukan aduan dan memberikan keterangan lengkap. Namun, pihak kepolisian justru menangkap dirinya alih-alih menindak dugaan kekerasan tersebut.

“Kasus Arul menunjukkan represi dan penyalahgunaan kekuasaan negara masih berlangsung di Malaysia. Pola ini mirip dengan yang terjadi di Indonesia, di mana pada peringatan May Day tahun ini 23 aktivis sosial ditangkap dan dijadikan tersangka. Ini adalah kemunduran demokrasi di Asia Tenggara dan ancaman nyata bagi kebebasan rakyat,” kata Tegar Afriansyah, Ketua Umum Eksekutif Nasional LMID.

LMID menegaskan penangkapan terhadap Arul bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga upaya melemahkan gerakan rakyat yang memperjuangkan hak-hak pekerja, kaum tani, dan masyarakat tertindas di Malaysia.

Dalam pernyataannya, LMID menyerukan tiga hal: Membebaskan Arul dari semua tuduhan yang tidak berdasar. Menghentikan praktik kriminalisasi terhadap aktivis rakyat di Malaysia.Menjamin perlindungan hukum serta kebebasan demokratis bagi organisasi rakyat, termasuk PSM dan JSML.

“Solidaritas rakyat tidak mengenal batas negara. Luka yang menimpa kawan-kawan PSM Malaysia adalah juga luka kami. Gerakan rakyat Indonesia dan Malaysia terikat dalam sejarah panjang perjuangan melawan penindasan dan ketidakadilan,” tegas LMID. (T)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+