• Berita
  • Pasar
  • Inflasi Pangan Kaltim Capai 3,28 Persen, GNPIP Diharap Stabilkan Harga dan Pasokan

Inflasi Pangan Kaltim Capai 3,28 Persen, GNPIP Diharap Stabilkan Harga dan Pasokan

Pemprov Kaltim mengimplementasikan GNPIP kendlaikan inflasi pangan. (Foto/HI)
Caption: Pemprov Kaltim mengimplementasikan GNPIP kendlaikan inflasi pangan. (Foto/HI)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi tantangan inflasi pangan. Per Februari 2024, nilai inflasi mencapai 3,28 persen year on year (yoy). Hal tersetbu dianggap mempengaruhi ekonomi lokal.

Menanggapinya, Pemprov Kaltim bersama Bank Indonesia (BI) siap mengimplementasikan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan pasokan.

Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik, mengungkapkan bahwa inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Berau dengan 4,14 persen, sementara Kota Samarinda mencatat yang terendah di 3,04 persen.

Dalam acara GNPIP wilayah Kalimantan, Akmal menekankan kesiapan Kaltim dalam menghadapi situasi ini dengan kolaborasi antara distributor, agen, Bulog, ritel modern, dan mitra lainnya.

GNPIP di Kaltim memiliki empat tujuan utama, di antaranya, memperkuat sinergi antar pemerintah daerah dan stakeholder, melaksanakan kerja sama digital farming, meningkatkan produktivitas pertanian, dan membangun kesadaran masyarakat akan kemandirian pangan.

“Saya berharap langkah-langkah ini akan memperkuat pengendalian inflasi dan stabilitas harga pangan di Kaltim dan sekitarnya,” ungkap Akmal.

Kegiatan GNPIP juga mencakup bantuan alat produksi pertanian dan hilirisasi produk pertanian, yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Selain itu, GNPIP berperan dalam menjaga inflasi, khususnya inflasi bahan pangan, yang merupakan komponen penting dalam ekonomi lokal.

“Semoga dengan kerja keras dan kolaborasi yang efektif, kita akan mencapai tujuan pengendalian inflasi,” pungkanya. (HI)

.

MASUKAN KATA KUNCI