Samsun Optimistis Kaltim Tahan Hadapi Resesi Global

Samsun Optimistis Kaltim Tahan Hadapi Resesi Global.(ist)
Caption: Samsun Optimistis Kaltim Tahan Hadapi Resesi Global.(ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Samsun, meyakini Benua Etam tidak akan terlalu terdampak resesi global yang diprediksi terjadi tahun depan. Ia menyebut Kaltim memiliki fondasi kuat di sektor energi dan pangan.

“Semestinya Kaltim jauh dari ancaman itu karena punya semuanya,” ujar Samsun kepada wartawan, Sabtu (26/7/2025).

Menurutnya, ketersediaan energi dan pangan bukan persoalan utama. Yang lebih penting adalah manajemen pengelolaan agar sumber daya yang ada benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Ia juga menekankan perlunya “second plan” atau strategi cadangan jika gejolak ekonomi global berdampak pada daerah.

“Seperti kata Bung Karno, kita tidak bisa berdiri sendiri, kita berada di antara bangsa-bangsa. Maka pengaruh luar pasti ada, tinggal bagaimana mengantisipasi,” katanya.

Samsun mengingatkan agar ketahanan pangan tidak dikorbankan oleh ekspansi tambang. Ia menilai pemerintah daerah harus memastikan lahan pertanian tetap terjaga, sekaligus mengarahkan ekspor sumber daya alam (SDA) secara tepat sasaran.

Kaltim sendiri memang dikenal sebagai lumbung energi. Berdasarkan Rencana Umum Energi Daerah 2019–2050, potensi energi terbarukan di provinsi ini mencapai 16,9 GW. Angka tersebut berasal dari PLTA sebesar 2.118 MW, PLTS 13.479 MW, bioenergi 1.086 MW, dan angin 212 MW. Salah satunya, biogas dari limbah cair sawit (POME), berpotensi menghasilkan listrik hingga 103,45 MW.

Sementara dari sisi pangan, data BPS 2020 mencatat Kaltim memproduksi 262,86 ribu ton gabah kering giling, naik 3,56 persen dari tahun sebelumnya. Produksi terbesar datang dari Kukar, PPU, dan Paser yang kini diproyeksikan sebagai kawasan food estate.

Optimisme Samsun sejalan dengan pemerintah pusat. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rilisnya menyebut inflasi nasional berhasil dikendalikan di angka 5,9 persen. Pemerintah juga menyalurkan BLT Rp12,4 triliun dan subsidi upah Rp9,6 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat.

(adv/dprdkaltim/o)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+