Program Literasi Masuk Lapas: Upaya Baru Tingkatkan Akses Baca bagi Warga Binaan Perempuan di Tenggarong

Program Literasi Masuk Lapas: Upaya Baru Tingkatkan Akses Baca bagi Warga Binaan Perempuan di Tenggarong
Caption: Program Literasi Masuk Lapas: Upaya Baru Tingkatkan Akses Baca bagi Warga Binaan Perempuan di Tenggarong(Adakah.id)

ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong menandatangani nota kesepahaman untuk mendorong literasi di antara warga binaan. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Sunggono meresmikan perpustakaan “SiPena” di Lapas Perempuan Tenggarong sebagai wujud nyata komitmen bersama. Ia menegaskan, kerja sama ini bukan hanya soal menambah koleksi buku, tetapi membuka jalan bagi warga binaan untuk mengakses pengetahuan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi proses reintegrasi sosial setelah masa pidana.

Plt. Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti, menjelaskan bahwa koleksi perpustakaan tidak hanya berisi bacaan umum, tetapi juga materi praktis yang menunjang keterampilan hidup seperti tata boga, menjahit, kerajinan tangan, serta literasi hukum dan pengembangan diri.

“Buku-buku parenting juga disiapkan, mengingat banyak warga binaan adalah ibu yang harus tetap mempertahankan kapasitas pengasuhan mereka,” ujarnya.

Selain menyediakan buku, Diarpus menilai pentingnya literasi digital dasar, mulai dari pelatihan mengetik hingga penggunaan Microsoft Office. Dengan keterampilan tersebut, warga binaan diharapkan tidak tertinggal teknologi ketika kembali ke masyarakat dan lebih kompetitif dalam mencari pekerjaan.

Warga binaan juga didorong terlibat aktif: menjadi tutor sebaya, membantu teman yang buta aksara atau putus sekolah, hingga mengelola koleksi perpustakaan. Dengan begitu, perpustakaan ini bukan sekadar fasilitas hiburan, tetapi ruang belajar yang membangun rasa percaya diri dan kemandirian.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan program literasi di Kukar, khususnya untuk kelompok yang selama ini memiliki akses terbatas.

“Melalui perpustakaan dalam lapas, program literasi diarahkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga memberdayakan warga binaan agar lebih siap menata hidup setelah bebas,” pungkasnya. (Adv)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+