Pengprov Cabor Bridge Training Para Pelatih, Ini Pesan Sekretaris Gabsi Kaltim

Caption: Pengurus Provinsi (Pengprov) Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Kaltim digelar empat hari di Hotel Pacific Balikpapan Senin (30/10/2023) lalu(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pelatihan pelatih dan wasit cabang olahraga (cabor) bridge garapan Pengurus Provinsi (Pengprov) Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Kaltim digelar empat hari di Hotel Pacific Balikpapan Senin (30/10/2023) lalu.

Ada 46 peserta, terdiri dari 28 pelatih dan 18 wasit yang ambil bagian. Bukan hanya Kaltim, enam peserta di antaranya merupakan perwakilan daerah lain, yakni Bali, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Sekretaris Pengprov Gabsi Kaltim Sukamto menjelaskan, awalnya agenda ini khusus digelar bagi pelatih wasit Kaltim. Akan tetapi, adanya antusias dari pengprov di luar Kaltim, mereka berkenan membukanya untuk umum.

“Banyak pengprov yang mau ikut, namun waktunya mepet jadi yang lain tidak sempat mendaftar sebelum kegiatan,” ujarnya.

Dia menambahkan, Pengprov Gabsi Kaltim di bawah kepemimpinan Agus Suwandi memang terbilang masih baru. Hanya, sejak pembentukan kepengurusan

baru, sederet program kerja sudah digeber. Tujuannya pengembangan bridge di Kaltim, di mana diperlukan pelatih dan wasit mumpuni.

“Pelatihan ini jadi salah satu program. Yang mana nanti tujuannya untuk pengembangan dan penyaringan bibit-bibit atlet di Kaltim,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kamto berkata ini juga menjadi syarat dari KONI pusat maupun daerah, yang mewajibkan pelatih harus tersertifikasi. Sebab, mereka nanti yang akan mendampingi para atlet di ajang-ajang, seperti porprov dan PON.

Di sisi lain, Sukamto menyebut, Pengprov Gabsi Kaltim punya program, bridge masuk sekolah. Di mana, pelatih-pelatih ini akan dibagi ke beberapa tim untuk dimasukkan ke sekolah mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi se-Kaltim, sesuai pengcab asal mereka.

Agenda ini sudah jalan, mulai dari Kutim (Kutai Timur), Balikpapan, dan Paser. Bulan depan Samarinda, daerah lain akan menyusul. Yang jelas pengcab menyiapkan sekolah mana yang disasar nanti pengprov akan bantu fasilitasi. Targetnya untuk mengembangkan bridge Kaltim,” paparnya.

Sementara itu, instruktur wasit Arnold J Laseduw mengapresiasi agenda ini. Menurut dia, ini gebrakan dari Kaltim, yang mana juga terbuka untuk Indonesia.

“Satu nilai plus, jadi diharapkan ada hasil dari yang bisa diambil dari seluruh jajaran sehingga pemerataan turnamen dengan adanya wasit mumpuni bisa terus berkembang di Kaltim,” kata dia.

Sejalan dengan, pelatih timnas bridge Indonesia Santje Panelewen pun menyebut agenda ini sangat diperlukan. Sebab, jika ada turnamen jumlah pelatih masih sangat kurang. Dia juga mengatakan, dari sisi permainan memang perlu ada hal-hal yang perlu ditambahkan.

“Mungkin ada yang mereka tidak tahu, jadi banyak hal perlu lebih diperdalam. Ikut pelatihan begini, mudah-mudahan bisa membantu mereka. Tapi saya bangga dengan semangat para peserta, jika bertahan seperti itu tentu bridge Kaltim akan berkembang pesat,” tutupnya. (ADV)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+