ADAKAH.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun memberikan klarifikasi tegas terkait tuduhan mati lampunya Jembatan Achmad Amis (Mahkota II) yang sempat dikomentari Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Sebelumnya, komentar yang beredar menyebutkan lampu jembatan tersebut tidak dihidupkan lantaran Pemkot Samarinda kehabisan anggaran.
Andi Harun meluruskan narasi itu tidak benar dan dipicu informasi yang tidak akurat yang diterima Gubernur Rudy Mas’ud.
”Informasi yang masuk ke beliau itu salah. Ada yang sengaja ‘mengompor-ngompori’, mohon maaf saja,” ujar Andi Harun menanggapi isu tersebut.
Andi Harun menjelaskan persoalan utama matinya penerangan di Jembatan Achmad Amin bukanlah masalah anggaran Pemkot, melainkan akibat aksi tindak pidana pencurian kabel.
Pelaku pencurian dinilai sangat rapi dan kamuflase saat beraksi. Para pelaku mengelabui warga dengan mengenakan baju lapangan mirip teknisi resmi.
Atas kejadian ini, Pemkot Samarinda memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kepolisian.
Polresta Samarinda berhasil membekuk para pelaku pencurian kabel penerangan Jembatan mahkota 2, seusai pemkot Samarinda membuat laporan pada tanggal 30 Januari 2026 ke Polresta Samarinda.
Kendati pelaku sudah ditahan, kabel yang dicuri diketahui telah dijual pelaku.
Penggantian kabel tidak bisa dilakukan secara instan karena pengadaan barang bernilai besar harus melalui mekanisme APBD dan persetujuan DPRD.
Akibat pencurian LPJU di Mahkota II, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta, yang dihitung dari nilai fisik aset, belum termasuk biaya pemeliharaan.
Sementara itu, panjang kabel jaringan LPJU yang dicuri diperkirakan mencapai sekitar 2,8 kilometer. Nilai kerugian untuk kabel jumlahnya dinilai cukup besar. Selanjutnya bakal dilakukan penambahan camera CCTV kedepan. (J)
Kabel LPJU Jembatan Achmad Amins Digondol Maling, Walkot Samarinda Sebut Proses Pengadaan Ulang Tahun Depan
