ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pemerintah Republik Indonesia akan meluncurkan program medical check-up gratis bagi masyarakat sebagai “kado ulang tahun”. Program ini mulai berlaku pada 2025 dan ditujukan bagi setiap warga yang berulang tahun di tahun tersebut.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur, drg. Rochmad Koesbiantoro, membenarkan adanya program tersebut.
“Program medical check-up gratis itu benar ada. Jadi, hitungannya sebagai kado ulang tahun dari pemerintah untuk masyarakat. Termasuk di Kaltim, program ini akan mulai berlaku tahun depan (2025),” katanya pada Rabu (13/11/2024).
Meski begitu, hingga kini Dinkes Kaltim belum menerima petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program. Rencananya, pemeriksaan dasar akan dilakukan di puskesmas-puskesmas di setiap daerah untuk mendeteksi masalah kesehatan pada setiap warga.
“Kita tunggu juknisnya seperti apa,” lanjut drg. Rochmad.
Dari Balita hingga Lansia: Pemeriksaan yang Disesuaikan dengan Usia
Program ini pertama kali diumumkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Kamis, 31 September 2024. Nantinya, layanan ini dapat diakses melalui aplikasi SatuSehat, yang menjadi platform kesehatan digital milik pemerintah.
Pemeriksaan dalam program ini bersifat skrining dasar, bukan pemeriksaan mendalam layaknya di klinik swasta. Pemeriksaan akan disesuaikan dengan kelompok usia, dari balita hingga lansia, dengan fokus utama sebagai berikut:
- Balita akan diperiksa untuk mendeteksi penyakit bawaan seperti hipotiroid kongenital. Deteksi dini diharapkan mencegah komplikasi serius.
- Remaja di bawah 18 tahun akan menjalani skrining obesitas, diabetes, dan kesehatan gigi, masalah-masalah umum di usia tersebut.
- Dewasa akan diperiksa risiko kanker, termasuk kanker payudara dan serviks yang menjadi penyebab kematian tertinggi bagi perempuan Indonesia, serta kanker prostat bagi laki-laki.
- Lansia akan mendapatkan pemeriksaan terkait penuaan, seperti Alzheimer dan osteoporosis, serta kesehatan umum.
Dengan pendekatan berdasarkan usia ini, pemerintah berharap dapat memberikan intervensi kesehatan yang tepat sasaran sesuai kelompok umur. Program ini pun diharapkan mengurangi beban kesehatan masyarakat di masa mendatang.
Melalui medical check-up gratis ini, setiap individu akan lebih mudah mengakses layanan kesehatan, khususnya dalam deteksi dini penyakit. (HI)
