ADAKAH.ID, SAMARINDA – Kapal penarik Tongkang atau Tugboat mengalami insiden kebakaran di DAS Barito, Desa Rangga Ilung Kecamatan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah Senin (13/5/2023) pagi.
Akibat ledakan tersebut, korban jiwa, yakni pekerja berjatuhan.
Diduga ledakan berasal dari kapal yang memuat minyak mentah. Dimana pada saat itu, kedua kapal melakukan pengisian bahan bakar di tepi sungai.
Kepala Bidang Humas Polda Kalteng, Kombes Pol. Erlan Munaji menyebutkan pada hari kedua pasca tragedi terbakarnya tugboat Surya 03 dan kapal dagang Setia Baru 05 terdapat tiga orang meninggal dunia.
“Sementara ini masih dilakukan pencarian terhadap delapan anak buah kapal (ABK),” kata Kombes

Pol. Erlan Munaji di Palangka Raya, Selasa (14/5) kepada awak media dikutip dari Antara.
Tiga orang yang meninggal dunia tersebut, yakni satu ABK Setia Baru 05 berinisial A dan dua ABK Surya 03.
Dua ABK Surya 03, lanjut Erlan ditemukan meninggal terbakar di bagian atas kanan tugboat (kapal tunda).
“Jadi setelah pendinginan terhadap kapal yang terbakar, kami berhasil menemukan dua jasad ABK di atas tugboat,” imbuhnya.
Erlan menambahkan, warga sempat menyelamatkan anak buah kapal dagang Setia Baru 05 berinisial A. Korban akhirnya meninggal dunia meski sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Senin (13/5) sekitar pukul 16.30 WIB.
Petugas tengah melakukan pencarian terhadap delapan anak buah kapal yang masih hilang, terdiri atas enam ABK Surya 03 dan dua ABK Setia Baru 05.
“Kami tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat sekitar mencari korban. Mudah-mudahan segera ditemukan,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihaknya belum dapat memastikan penyebab terbakarnya dua kapal tersebut sebab tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah, Polres Barito Selatan, dan Basarnas Kota Palangka Raya masih melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan para saksi.
Sementara itu, korban lainnya yang saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit Desa Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur juga belum dapat memberikan keterangan.
Dalam peristiwa diatas perairan itu, polisi belum memastikan apakah ada unsur murni kecelakaan atau ada kelalaian dari pihak – pihak yang menjalankan bisnisnya tanpa menggunakan protap keselamatan pekerja.
“Saat ini masih penyelidikan, nanti akan kami update lebih lanjut hasil penyelidikan tim gabungan,” terang Erlan. (*)
