Lompat ke konten utama

Krisis Air Bersih Akibat Kemarau El Nino, DPRD Samarinda Minta Warga Bersabar dan Bijak Hemat Air

Caption: Kondisi alam tersebut memaksa Perumdam Tirta Kencana melakukan pengurangan jam operasional sementara di 8 Instalasi Pengolahan Air (IPA), yakni IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Kalhol, IPA Sungai Kapih, IPA Selili, IPA Samarinda Seberang, dan IPA Tirta Kencana.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda resmi menetapkan status “Siaga” pelayanan air bersih menyusul dampak musim kemarau El Nino yang memicu penyusutan air baku dan melonjaknya kadar klorida (salinitas) air Sungai Mahakam.

Kondisi alam tersebut memaksa Perumdam Tirta Kencana melakukan pengurangan jam operasional sementara di 8 Instalasi Pengolahan Air (IPA), yakni IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Kalhol, IPA Sungai Kapih, IPA Selili, IPA Samarinda Seberang, dan IPA Tirta Kencana.

Penetapan status darurat kemarau ini mendapat tanggapan dari jajaran legislatif Kota Tepian. Anggota DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menilai keterbatasan pasokan air saat ini murni dipicu oleh fenomena cuaca ekstrim yang tidak terelakkan.

“Memang kondisi saat ini sangat sulit yang disebabkan faktor alam dan kemarau panjang. Kami berharap masyarakat bisa memahami situasi ini dan sama-sama bijak menghemat penggunaan air bersih,” ujar Samri har Jum’at (11/9/2026).

Manajemen Perumdam Tirta Kencana mengonfirmasi bahwa operasi normal di 8 IPA tersebut baru dapat diaktifkan kembali secara bertahap apabila debit air baku membaik dan kadar klorida telah turun di bawah batas standar 250 ppm.

Guna mengantisipasi dampak krisis air bersih selama status Siaga berlangsung, Perumdam Tirta Kencana merilis enam poin imbauan dan skema pelayanan darurat bagi warga.

Peningkatan Status Salinitas: Kadar klorida Sungai Mahakam resmi bergeser dari “Kondisi Waspada” naik ke “Kondisi Siaga”.

Selain itu, Samri menyebut mendukung pengaktifan “Terminal Mandiri” dari pemilik sumur bor serta “Terminal Umum” di masjid, musholla, atau tempat ibadah berdaya tampung besar untuk berbagi air.

Pengambilan air di Terminal Umum akan dikoordinasikan langsung oleh Lurah, Ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat.

“Sebagaimana kita ketahui, Terminal IPA di Palaran, Bantuas, Pulau Atas, Makroman, dan Sungai Kapih disiagakan untuk pengambilan air minum dan memasak bagi warga sekitar,” imbuhnya.

Permintaan pengisian air tangki menuju Terminal Umum dilakukan melalui pengajuan Ketua RT/Lurah yang terkoordinasi di Satgas.

“Mengimbau seluruh pelanggan yang wilayahnya masih dialiri air untuk menampung stok dan menghemat penggunaan selama masa darurat,” terangnya.

Perumdam Tirta Kencana bersama DPRD Samarinda memohon kerja sama seluruh lapisan masyarakat untuk saling peduli, berbagi air bersih, serta berdoa agar hujan segera turun membasahi Kota Samarinda. (Adv)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+