Lompat ke konten utama

Krisis Air Bersih di Palaran, Jasno Desak Perumdam Tirta Kencana Sebar Mobil Tangki per Kelurahan

Caption: Antrean warga di Terminal Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palaran, Jalan Pemuda RT 30 Kelurahan Rawa Makmur, Palaran.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA — Terhentinya distribusi air bersih dari Perumdam Tirta Kencana di kawasan Kecamatan Palaran dalam beberapa hari terakhir kian melumpuhkan aktivitas harian warga.

Kebutuhan mendasar yang tidak terpenuhi memaksa masyarakat berjibaku mengantre hingga larut malam demi mendapatkan pasokan air bersih.

Kondisi memprihatinkan tersebut memicu keprihatinan mendalam dari jajaran DPRD Kota Samarinda. Anggota DPRD Kota Samarinda, Jasno mendesak Perumdam Tirta Kencana untuk segera mengambil langkah tanggap darurat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan armada mobil tangki secara merata ke setiap kelurahan.

Jasno menilai pembukaan air darurat yang selama ini terpusat di satu titik seperti di Terminal Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palaran, Jalan Pemuda RT 30 Kelurahan Rawa Makmur sangat tidak efektif karena memicu penumpukan massa dan antrean panjang.

“PDAM harus membantu masyarakat dalam kondisi seperti ini. Daerah-daerah operasional yang masih jalan mestinya dimaksimalkan untuk menyuplai armada mobil tangki langsung ke pemukiman,” ujar Jasno kepada media ini.

Jasno menekankan agar armada tangki air disebar ke titik-titik strategis di tiap kelurahan agar warga tidak perlu menempuh jarak jauh maupun berdesakan di satu lokasi.

“Kami berharap PDAM menyediakan tangki-tangki di setiap kelurahan, paling tidak dipecah per wilayah. Jangan sampai masyarakat berkumpul di satu titik hingga menimbulkan keresahan, mengingat air adalah kebutuhan utama,” tegas politisi tersebut.

Desakan Jasno selaras dengan realita pahit yang dihadapi warga di lapangan. Di Terminal IPA Palaran, belasan kran darurat menjadi tumpuan ratusan kepala keluarga. Antrean warga yang membawa galon dan jerigen mengular sejak pagi, sore, hingga dini hari.

Mama Orin (50), warga RT 33 Kelurahan Rawa Makmur menjadi salah satu ibu rumah tangga yang harus bertahan di tengah kerumunan demi menyambung kebutuhan domestik keluarganya.

“Sebagai ibu rumah tangga, air ini penting sekali untuk memasak dan minum. Kalau untuk mandi dan cuci, sekarang kami betul-betul berhemat, yang penting kena air dulu,” tutur Mama Orin.

Sistem angkut mandiri ini memaksa warga bolak-balik mengangkut jerigen ke rumah. Namun karena pasokan cepat habis, antrean di Terminal IPA Palaran terus mengular tanpa henti.

“Kalau air di rumah habis, ya balik mengantre lagi. Bahkan sampai jam dua dini hari warga masih bertahan di kran terminal ini supaya besok pagi tetap ada air,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan, beberapa wilayah seperti Kelurahan Simpang Pasir dilaporkan mulai dialiri air secara bertahap kendati kecil Kamis malam kemarin.

Kendati demikian, Jasno terus mengawal pemulihan pasokan untuk wilayah terdampak lainnya seperti Rawa Makmur, Handil Bakti, dan Bukuan agar krisis air bersih ini segera teratasi secara menyeluruh. (Adv)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+