Damayanti Dorong Pencegahan Stunting di Kaltim Lewat Posyandu dan Edukasi

Damayanti Dorong Pencegahan Stunting di Kaltim Lewat Posyandu dan Edukasi.(ist)
Caption: Damayanti Dorong Pencegahan Stunting di Kaltim Lewat Posyandu dan Edukasi.(ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA — Upaya pencegahan stunting di Kalimantan Timur kembali menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim. Kondisi gagal tumbuh pada anak ini berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa, sehingga penanganannya membutuhkan strategi komprehensif.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menekankan bahwa pencegahan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian asupan gizi, melainkan memerlukan pendekatan yang menyeluruh. “Stunting bukan sekadar soal makanan tambahan. Yang lebih penting adalah kesadaran orang tua untuk rutin membawa anak ke posyandu agar tumbuh kembangnya terpantau,” ujar Damayanti, Kamis (17/7/2025).

Ia menilai peran keluarga sangat krusial dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini, sementara pemeriksaan rutin di posyandu menjadi langkah strategis untuk mencegah stunting secara lebih luas. Kendati angka stunting di Kaltim menunjukkan tren menurun, Damayanti mengakui masih terdapat tantangan, terutama rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan kesehatan anak secara berkala.

“Selain peningkatan layanan kesehatan di desa dan kelurahan, edukasi kepada masyarakat harus digalakkan. Kunci utamanya ada pada kesadaran kolektif,” tambahnya.

Politisi dari Komisi IV ini juga menegaskan bahwa DPRD terus mendorong alokasi anggaran yang memadai untuk program kesehatan ibu dan anak. Kesetaraan akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah pedalaman, masih menjadi tantangan yang harus diatasi.

“Kami berkomitmen memastikan setiap kebijakan dan anggaran kesehatan tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena masa depan anak-anak Kaltim adalah masa depan kita bersama,” ungkap Damayanti.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, Damayanti optimistis Kalimantan Timur mampu menurunkan angka stunting sesuai target nasional, yakni 14 persen pada tahun 2025.

(adv/dprdkaltim/o)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+