ADAKAH.ID, Kukar – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri menegaskan pembinaan moral dan spiritual bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) merupakan bagian penting dari pembentukan karakter dan integritas aparatur.
Menurut Aulia, nilai-nilai keagamaan dan pemerintahan tidak bisa dipisahkan, justru harus saling menguatkan agar tercipta aparatur yang berintegritas dan berakhlak baik.
“Menurut kami, antara keagamaan dan pemerintahan ini bukan sesuatu yang dipisahkan, tapi dua hal yang harus saling mendukung satu sama lain,” ujar Aulia.
Program pembinaan keagamaan telah menjadi tradisi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan terus dijalankan secara rutin. Sebelum pelantikan, seluruh tenaga P3K baru diwajibkan mengikuti pembinaan rohani.
Bagi yang beragama Islam diarahkan membaca Al-Qur’an, sementara pemeluk agama Kristen, Katolik, dan Hindu membaca kitab suci masing-masing.
Langkah tersebut merupakan bagian dari Gerakan Membangun (GEMA) Kukar, yang telah lama menjadi program unggulan Pemkab.
Melalui program ini, ASN didorong memperkuat spiritualitas, moralitas, dan kesiapan mental dalam menjalankan amanah pemerintahan.
“Gema ini sudah lama kita jalankan, termasuk bagi P3K. Sebelum mereka dilantik, yang beragama Islam kita suruh mengaji, yang Kristen membaca Alkitab, dan yang Hindu juga membaca kitab sucinya,” jelas Aulia.
Program tersebut juga menjadi pondasi pelaksanaan Kukar Idaman Terbaik, yang menempatkan pembinaan rohani sebagai upaya membangun birokrasi bersih dan berkarakter.
Aulia berharap nilai-nilai keagamaan dapat terus menuntun ASN dalam melayani masyarakat secara profesional dan beretika. (Adv)
