ADAKAH.ID, SAMARINDA – Seperti dalam kutipan singkat lirik sabda tiang listrik Jason Ranti. Diatas Lionel Messi ada PSSI. Begitulah lagu jenaka itu dinyanyikan mengingatkan kesombongan manusia. Kalau di atas langit, masih ada langit.
Putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI bernomor 030/L1/SK/SK-PSSI/VIII/2023 mendapat respon keras klub Borneo FC Samarinda.
Bagaimana tidak, ditengah persiapan menghadapi RANS Nusantara hari Jum’at (3/8/2023) malam pukul 20.00 WITA.
Bek Pesut Etam julukan Borneo FC, Silverio Goncalves Da Silva absen berlaga.
Pasalnya Defender Borneo FC itu dinilai Komdis PSSI melakukan Tingkah Laku Buruk terhadap pemain Bali United di pekan kedua Liga 1, pada tanggal 8 Juni 2023 silam, yakni Elias Dulah.
Dampaknya Silverio tidak bisa bermain sepekan dan membayar denda Rp 10 juta.
Gelandang Bali United kelahiran Swedia itu disebut – sebut mengalami cidera setelah duel berebut bola udara dengan Silverio Da Silva.
Benturan itu adalah kali kedua yang diterima Elias, setelah pemain anyar Bali United tersebut, juga mendapat benturan di kepala saat laga pekan sebelumnya.
Menanggapi hukuman terhadap pemainnya, Direktur Utama Borneo FC, Ponaryo Astaman menyesalkan muncul nya putusan Komdis PSSI terlebih H-2 Borneo FC VS RANsS United.
“Seharus nya putusan keluar paling cepat seminggu setelah kejadian pas sebelum pekan ketiga laga. Kok jelang pekan ke enam ini, itupun kami terima dini hari Kamis. Ada apa dengan putusan Komdis PSSI,” kata Ponaryo kepada awak media, Kamis (3/8/2023).
Menurut Ponaryo, dalam mengeluarkan putusan, Komdis PSSI mesti benar – benar objektif, yaitu dalam proses penelusuran berdasarkan beragam bukti. Semisal rekaman video dan hasil rekam medis dokter.
“Tidak mungkin Silverio melakukan tindakan sengaja. Apalagi di kotak terlarang bagi pemain defender,” imbuh Ponaryo lagi.
Kendati begitu, mantan pemain sepak bola profesional Indonesia itu menghormati sepenuh nya keputusan Komisi Yudisial PSSI tersebut.
“Saya pikir ini hanya insiden. Seharusnya Komdis bisa lebih cermat dalam memutuskan,” ungkapnya.
Ponaryo menyebut bakal melayangkan protes resmi dan meminta Komdis PSSI melakukan evaluasi menyeluruh.
Problem lainnya adalah dalam proses sebelum sanksi keluar, tidak ada diatur regulasi untuk melakukan pembelaan dalam sidang.
Seharusnya meurut mereka, untuk menciptakaan kompetisi yang sehat, PSSI juga bisa membuka ruang yang cukup fair terhadap klub yang sedang dalam proses penegakan disiplin. Hal itu lantaran tidak ada banding dalam putusan sanksi yang diberikan Silverio Da Silva.
Sebelumnya juga pada kompetisi liga 1 musim 2022-2023 silam. Gelandang Borneo FC Key Heiroshi juga mendapat Sanksi serupa.
Hal senada juga disampaikan pelatih Borneo FC, Pieter Huistra. Sanksi kepada Silverio disebutnya sangat janggal.
“Tentu saja menjadi situasi yang aneh. Silverio, ada insiden ketika melakukan tendangan bebas, dia bahkan tidak mendapatkan kartu kuning. Insiden itu ketika dia ingin menendang bola, dengan menendang tak sengaja kepala seorang pemain. Empat minggu kemudian, ia mendapatkan sanksi ” terang Pieter saat pre match di Stadion Segiri.
Hal aneh itu menurutnya tidak biasa sepanjang berkarir 40 tahun di sepak bola.
“Saya tak pernah melihat ini sebelumnya. Kami mempunyai banyak defender dan kami tak mempunyai masalah. Kami bisa memainkan pemain lain. Tapi ini sangat disayangkan bagi sepakbola Indonesia. PSSI terlihat buruk. Mereka tak mempunyai protokol, mereka melalukan apa yang ingin mereka lakukan,” bebernya.
Diluar polemik sanksi tersebut, Borneo FC 100 persen siap menjamu RANS Nusantara dan bersemangat memetik poin penuh di kandang sendiri. Ramaikan langsung dari ‘TKP’ Venue Gor Segiri Samarinda. Klub kebanggan Kaltim berjuang di papan atas klasemen kompetisi Liga 1. (Joy)
