Baharuddin Demmu Lakukan Sosbang di Marang Kayu

Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Demu Lakukan Sosbang, Marang Kayu. (Istimewa)
Caption: Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Demu Lakukan Sosbang, Marang Kayu. (Istimewa)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, Kutai Kartanegara – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Baharuddin Demmu melakukan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) di Desa Sebuntal , Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Selasa (30/1/2023).

Sosbang tersebut dihadiri oleh puluhan warga, dan sejumlah tokoh masyarakat desa yang antusias mendengarkan pemaparan materi yang disampaikan oleh dua narasumber, yakni Dr. Haris Retno Susmiyati, S.H., M.H, dan Sujai S. Pd, MM.

Dalam kesempatan itu, Baharuddin Demmu yang merupakan Ketua Komisi I DPRD Kaltim dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) terlihat akrab dengan masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan.

Saat sambutan dirinya kembali, menjelaskan perbedaan antara Reses sebagai kegiatan menyerap aspirasi, sementara Sosbang untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait nilai-nilai kebangsaan.

“Jika Reses menyerap aspirasi, kalau ini tentang wawasan kebangsaan,” kata Baharuddin Demmu.

Selanjutnya materi kebangsaan disampaikan oleh narasumber pertama Sujai S. Pd, MM, dirinya menjelaskan tentang keberagaman suku yang ada pada bangsa Indonesia.

“Kita ini ada 339 suku di Indonesia, tapi yang dihafal masyarakat hanya beberapa saja,” ucap Sujai.

Dirinya menyebut kenapa kita sebagai manusia perlu bersatu, dikarekan kita berbeda-beda, hal itu dalam bangsa Indonesia terdapat pada 4 pilar yaitu, Berpancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Materi selanjutnya dijelaskan oleh Dr. Haris Retno Susmiyati, S.H., M.H yang merupakan akademisi atau dosen di Fakultas Hukum (FH) Universitas Mulawarman (Unmul).

Selain hal yang telah dipaparkan sebelumnya, dia menerangkan isi dari Sumpah Pemuda dalam materi kebangsaan yang disampaikannya.

“Ini yang muda-muda, ingat nggak Sumpah Pemuda. Jadi yang menggagas itu adalah anak-anak muda pada zamannya,” katanya.

Haris Retno menyebut, kita yang hidup pada jaman sekarang ini sepatutnya bersyukur, atas perjuangan para pahlawan dalam menyatukan bangsa Indonesia.

Selaras dengan materi wawasan kebangsaan yang disampaikan oleh kedua narasumber agenda tersebut, Baharuddin Demmu menyampaikan perlunya perjungan dalam menjaga bangsa ini.

“Jadi demi perjungan bangsa, dan sebuah perbaikan perlu pengorbanan, sekalipun nyawa taruhannya,” tutup Baharuddin Demmu.

Acara yang terbilang sukses digelar tersebut, diakhiri dengan sesi foto bersama sejumlah warga, tokoh masyarakat, dua orang narasumber, dan Baharuddin Demmu.

(HAE)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+