ADAKAH.ID, SAMARINDA – Bank Indonesia (BI) mengantisipasi perdaran uang palsu pada penukaran uang pecahan kecil jelang lebaran IdulFitri dengan menyediakan 210 titik penukaran uang resmi di Samarinda.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali pada peresmian penukaran uang pecahan kecil, yang dimulai dari 4 – 28 April mendatang.
Ricky menjelaskan kegiatan ini merupakan langkah meminimalisir aksi gerai penukaran uang pecahan yang menjamur dipinggir jalan. Pihaknya tidak bisa memastikan keaslian uang tersebut.
“Tentunya yang jumlahnya di potong dan kita tidak bisa memastikan itu palsu atau asli.” ujar Ricky kepada awak media. Senin (11/4/22).
Selain di Samarinda, lanjut Ricky, pusat penukaran juga tersebar di 329 titik diseluruh Kalimantan timur, dengan total uang yang disiapkan sebanyak 4,02 Triliun untuk seluruh kaltim.
Setali tiga uang, Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso mengapresiasi kegiatan dan upaya yang dilakukan Bank Indonesia tersebut.
Rusmadi sapaan karibnya menyebut selama bulan Ramadan kebutuhan akan uang meningkat tinggi sehingga menjadi kewajiban Bank Indonesia (BI) untuk menyediakan uang yang cukup.
“Bukan saja jumlahnya tapi juga nilainya yang harus cukup termasuk juga pecahannya karena masyarakat dengan berbagai tingkat ekonomi,” kata Rusmadi di lokasi yang sama.
Untuk itu, kata Rusmadi melanjutkan, Pemkot Samarinda akan mengeluarkan himbauan bahwa pertukaran uang rupiah wajib dilakukan di gerai-gerai yang sudah disiapkan pihak perbankan.
“Ini semua menjadi tanggung jawab bukan hanya pemerintah akan tetapi seluruh pihak dalam rangka memastikan untuk menghindari pertukaran uang palsu atau ilegal,” terangnya. .
Sebagai informasi, penukaran uang dibatasi sebanyak Rp3,7 juta setiap orang, hal itu dirujuk KPw BI dari data tahun lalu, guna menucukupi kebutuhan penukaran masyarakat. Sementara untuk penukaran hanya menerima pecahan Rp20 ribu ke bawah.
