ADAKAH.ID, SAMARIDNA — Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga arah kebijakan publik di era digital. Pada Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-5 yang digelar di Juanda 6, Samarinda, pada Minggu (25/5/2025), Afif mengajak anak muda memanfaatkan media sosial sebagai alat kontrol dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.
“Di era digital, pemuda harus paham aspek multidimensi—mulai dari keamanan siber, ekonomi, pangan, kesehatan, hingga mekanisme penyusunan kebijakan. Ini modal untuk menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” tegas Afif sapaan akrabnya.
Afif menilai, media sosial bisa menjadi ruang demokrasi yang efektif jika digunakan secara kritis. Menurutnya, kesadaran digital harus diiringi dengan literasi publik, agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengawal kebijakan.
“Jangan hanya aktif bikin konten, tapi juga aktif kritis terhadap kebijakan publik yang menyentuh hidup kita sehari-hari,” ucap politisi muda dari Partai Gerindra tersebut.
Dalam kegiatan yang dihadiri puluhan mahasiswa dan pemuda itu, Afif turut menjelaskan peran DPRD dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia berharap, dengan pemahaman ini, anak muda bisa lebih terlibat dalam proses pengambilan keputusan di tingkat lokal.
Sosialisasi ini juga menghadirkan Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Samarinda, Oktavianus, yang memperkuat ajakan Afif. Ia mendorong pemuda menggunakan media sosial bukan hanya sebagai ruang hiburan, tetapi sebagai saluran demokrasi.
“Anak muda sudah pegang alat kontrol di genggaman. Sekarang tinggal bagaimana mereka mau pakai media sosial untuk ikut mengawasi kebijakan, bukan cuma sekadar hiburan,” ujar Oktavianus.
Ia mencontohkan sejumlah program Pemerintah Kota Samarinda—seperti pengendalian banjir, Probebaya, sekolah terpadu, dan kartu berlangganan parkir—yang perlu terus dipantau pelaksanaannya agar tetap berpihak pada kepentingan warga.
Praktisi media, Maulani Al Amin, turut menegaskan pentingnya peran media dan publik dalam menjaga pilar demokrasi. “Kalau dulu fungsi kontrol hanya dipegang media, kini publik juga bisa ikut berperan lewat kanal digital,” katanya.
Maulani berharap agenda ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan mampu membangkitkan kesadaran kolektif anak muda membangun masa depan demokrasi daerah yang aktif, kritis, dan cerdas digital.
“Mereka adalah calon pemimpin. Kalau sejak dini melek kebijakan dan tahu cara bersuara, Kaltim akan punya masa depan demokrasi yang sehat,” pungkasnya. (*)
