ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kecamatan Sangasanga mendorong perbaikan menyeluruh pada kawasan bersejarah sebagai langkah strategis memperkuat potensi wisata lokal. Camat Sangasanga, Dachri, menyebut banyak pengunjung mengeluhkan kondisi Gedung Juang dan monumen perjuangan yang tak terawat.
“Banyak wisatawan berharap kawasan bersejarah di Sangasanga ditata lebih baik. Gedung Juang, patung pahlawan, dan monumen perjuangan di pintu masuk kota butuh pembenahan,” kata Dachri, Kamis (22/5/2025).
Pihak kecamatan telah mengusulkan revitalisasi Gedung Juang kepada Pemkab Kukar. Namun, pelaksanaan bergantung pada kesiapan anggaran daerah. Dachri menyatakan kecamatan siap terlibat penuh dalam koordinasi teknis jika anggaran perbaikan disetujui.
“Kami sudah ajukan usulan ke kabupaten, tinggal menunggu realisasi. Kalau anggaran turun, kami siap percepat pelaksanaan,” ujarnya.
Dachri menegaskan bahwa wisata sejarah bukan sekadar memajang bangunan lama. Pengalaman pengunjung harus diperkaya dengan fasilitas penunjang dan informasi sejarah yang lengkap. Ia menyoroti kurangnya narasi sejarah di lapangan dan terbatasnya aksesibilitas.
“Wisatawan datang bukan hanya ingin melihat gedung, tapi juga ingin tahu cerita di baliknya. Kalau tak ada informasi, kunjungannya jadi biasa saja,” tegasnya.
Ia berharap Pemkab Kukar menjadikan perbaikan kawasan bersejarah sebagai program prioritas. Dachri juga mengajak masyarakat dan pihak swasta terlibat aktif dalam pelestarian situs sejarah.
“Kami ingin Sangasanga tak hanya dikenal dari buku sejarah, tapi juga sebagai destinasi wisata edukatif yang hidup dan terus berkembang,” pungkasnya.
(adv/diskominfokukar/o)
