64 Pendaftar Calon Anggota Bawaslu Kaltim 2022-2027 Lolos Tahap Administrasi

Caption: Ketua Tim Seleksi (Timsel) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim, Johan Kadir Putra(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Tim seleksi (Timsel) tahapan seleksi Calon Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur (Kaltim) mengumumkan hasil tahapan administrasi hari Rabu (13/7/2022).

“Ada 74 orang yang mendaftar secara langsung, enam pendaftar menggunakan jasa pengiriman, dan dua pendaftar melalui e-mail,” kata Ketua Timsel Johan Kadir Putra, saat menggelar konferensi pers via Zoom.

Johan Kadir Putra menjabarkan terdapat 82 pendaftar yang diterima Timsel selama periode penerimaan sejak periode pendaftaran 22 Juni 2022 hingga 30 Juni 2022.

Setelah merekap seluruh data peserta, Timsel melakukan seleksi administrasi. Dari hasil seleksi, sebanyak 64 pendaftar yang memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan selanjutnya. 49 laki-laki dan 15 perempuan.

Dok. Timsel Bawaslu Kaltim

 

“Sebanyak 16 pendaftar yang tidak memenuhi syarat. Enam orang karena usia tidak mencukupi, dua orang karena pendidikan tidak seusai persyaratan, dan delapan orang berkas tidak lengkap. Ada pula dua pendaftar yang mengundurkan diri,” jelas Johan sapaannya.

Mengenai latar belakang 64 peserta ini, Timsel membagi menjadi dua unsur. Unsur kepemiluan dan unsur lainnya. Untuk unsur kepemiluan sendiri, ada 24 orang dari Bawaslu dan 8 orang dari KPU.

Unsur lainnya, ada delapan orang tenaga pengajar atau dosen, 12 orang wiraswasta, tujuh orang swasta, satu orang media, dan lima orang lainnya. Diantara 64 peserta ini pun, terdapat dua Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebagian besar peserta berasal dari Kota Samarinda, yakni 32 orang. Disusul dengan delapan orang dari Kota Balikpapan, tujuh orang dari Kabupaten Kutai kartanegara (Kukar), delapan orang dari Kabupaten Kutai Timur (Kutim), empat orang dari Kabupaten Paser, tiga orang dari Kota Bontang, tiga orang dari Kabupaten Penajam Paser Utara, dan dua orang dari Kabupaten Berau.

“Jenjang pendidikannya sendiri untuk peserta, satu peserta berlatar DR, 27 peserta sarjana Magister, dan 36 peserta lulusan sarjana,” imbuhnya.

64 peserta ini akan melanjutkan ke tahapan tes tertulis (CAT) dan tes psikologi. Tes tertulis akan dilaksanakan pada 18 Juli 2022 di UPT BKN Kota Balikpapan. Setelah melakukan tes tertulis, peserta akan melakukan tes psikologi pada 20 Juli 2022.

Namun demikian, Johan mengakui pihaknya masih menunggu informasi dari Polda Kaltim untuk penentuan lokasi tes psikologi.
Tes tertulis akan berbentuk pilihan ganda dan esai. Komposisi penilaiannya adalah 70 persen pilihan ganda dan 30 persen esai.

“Hanya saja, antara tes tertulis dan tes esai ini sifatnya komulatif. Jadi akan digabungkan penilaiannya dan dikumulasikan dengan hasil tes psikologi. Perbandingannya 60:40. Sehingga nanti peserta yang lolos tes hanya 12 calon saja,” paparnya.

12 peserta yang nantinya lolos akan melanjutkan ke tahapan tes wawancara dan tes kesehatan. Tes wawancara dilakukan Timsel, sedangkan untuk tes kesehatan akan dilakukan Polda Kaltim.

Penilaian dari tes wawancara sendiri, ada perbedaan. Dimana, Timsel akan menggunakan tahapan tanggapan masyarakat.

“Tanggapan masyarakat ini untuk memberikan masukan kepada kami. Dalam mengklarifikasikan informasi yang diberikan oleh peserta. Jadi ini akan menjadi faktor pertimbangan Timsel, apakah yang bersangkutan layak atau tidak,” terang Johan.

Setelah seluruh rangkaian tahapan tersebut, Timsel akan memilih 6 nama untuk dikirim ke Bawaslu RI guna melanjutkan tahapan selanjutnya. Bawaslu RI akan menyaring 6 nama tersebut menjadi 3 nama. 3 nama inilah yang akan ditetapkan sebagai anggota terpilih Bawaslu Kaltim. (Sam)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+