Indeks Kualitas Air Meningkat, DLH Samarinda: Butuh Kerjasama Seluruh Pihak

Caption: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Samarinda, Nurrahmani, dalam acara peringatan Hari Lingkungan 2022 di Hotel Mercure Samarinda (6/6/22). (Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Indeks Kualitas Air (IKA) masih tergolong membutuhkan perhatian pemangku kebijakan. Hal itu ditandai bakteri koli yang menginfeksi sungai.

Namun demikian, Pemkot Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Samarinda terus melakukan berbagai upaya menggenjot peningkatan kualitas air.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Nurrahmani, tak menampik bahwa IKA di Sungai Samarinda memang angkanya sedikit memprihatinkan.

Yama sapaanya menyebut, hal ini disebabkan adanya bakteri koli. Bakteri ini bisa muncul dikarenakan banyak warga yang membuang sampah ke sungai.

Kendati itu, salah satu upaya yakni melalui DLH, Pemkot Samarinda mencoba mengurangi sampah sungai dengan cara mengangkut sampah di sungai secara rutin.

“Selama ini kan DLH menugaskan pengangkutan sampah itu sebenarnya. Kemudian TPS-TPS yang sisi sungai kita juga mulai pindahkan. Jadi kita bisa lihat tahun depan ada tidak perubahan dari indeks kualitas air,” ujar Yama kepada awak media, Senin (6/6/22), disela peringatan Hari Lingkungan di Hotel Mercure Samarinda.

Yama mengaku cara seperti itu pun masih belum bisa meningkatkan IKA secara signifikan. Namun demikian, penertiban rumah masyarakat sekitar Gang Nibung, Kelurahan Sidodadi, yang dilakukan Pemkot Samarinda pada beberapa waktu lalu ternyata memberikan efek kepada IKA.

“Jadi yang dilakukan Pak Wali Kota itu tepat ketika ada pemindahan teman-teman (warga, red) yang ada di pinggir sungai. Itu otomatis kan dari segi limbahnya juga hilang,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, pihaknya bisa melakukan penataan dan akan membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sehingga IKA yang ada di SKM pun akan semakin membaik.

“Buktinya, kemarin waktu kita ambil sample air di sekitar Gang Nibung,setelah tidak ada, itu sudah mulai bagus,” tegasnya.

Peningkatan IKA sungai, tandas Yama, membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Upaya yang harus segera dilakukan yakni normalisasi sungai, relokasi rumah warga di bantaran sungai, hingga penataan tepi sungai itu pula. (Sam)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+