Lompat ke konten utama

Dukung Pembelajaran Kontekstual, DPRD Samarinda Fasilitasi Lomba Cerdas Cermat MGMP Pancasila

Caption: Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Komitmen untuk memperkuat Pendidikan Pancasila agar tidak sekadar menjadi teori di atas kertas mendapat sambutan hangat dari jajaran DPRD Kota Samarinda.

Hal tersebut mengemuka dalam agenda audiensi, kunjungan edukatif, dan dialog pengenalan lembaga legislatif bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila tingkat SMP se-Kota Samarinda.

Pertemuan strategis yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Paripurna Lantai 2 Gedung DPRD Kota Samarinda ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Mohammad Novan Syahronny Pasie, didampingi Wakil Ketua DPRD Samarinda Celni Pita Sari, serta jajaran anggota Komisi IV yakni Ismail Latisi, Anhar, dan Abdul Muis.

Dalam forum tersebut, para pendidik menyampaikan sejumlah aspirasi dan gagasan program kolaborasi, salah satunya rencana gelaran Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat SMP.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan pihak legislatif siap memberikan pengawalan dan dukungan penuh agar kegiatan tersebut dapat terealisasi dengan maksimal.

“Teman-teman MGMP ingin mengadakan kegiatan lomba cerdas cermat empat pilar. Kami di DPRD Kota Samarinda siap support, siap membantu, dan siap mengkomunikasikan rencana ini dengan instansi terkait,” tegas Ismail usai acara (9/9/2026)

Ia mengarahkan pengurus MGMP untuk mematangkan rancangan konsep kegiatan sebelum berkoordinasi lebih jauh dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda.

Selain membahas ajang kompetisi, dialog difokuskan pada upaya transformasi metode pembelajaran Pancasila agar lebih kontekstual, interaktif, dan aplikatif bagi peserta didik.

Ismail menilai, gedung DPRD Kota Samarinda dapat dijadikan laboratorium demokrasi nyata bagi para siswa SMP. Selama ini, materi buku teks sekolah lebih banyak mendeskripsikan peran lembaga legislatif tingkat pusat (DPR RI), padahal keberadaan DPRD kota jauh lebih dekat dengan keseharian siswa di daerah.

“Bagaimana supaya pembelajaran Pancasila tidak sekadar konsep teori, tetapi betul-betul aplikasi. Karena itu, kami membuka pintu bagi para siswa untuk datang ke kantor DPRD agar mendapat pengalaman langsung melihat fungsi kedewanan,” terangnya.

Tak hanya menerima kunjungan belajar (study tour) pelajar di gedung dewan, Ismail menambahkan bahwa anggota DPRD Kota Samarinda juga siap menerjunkan legislator untuk berkunjung langsung ke sekolah-sekolah sebagai narasumber edukasi politik dan tata negara.

Sinergi antara DPRD Samarinda dan MGMP Pendidikan Pancasila ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Kota Tepian yang tidak hanya paham nilai-nilai Pancasila, tetapi juga memiliki pemahaman utuh terhadap praktik demokrasi dan tata kelola pemerintahan daerah. (Adv)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+