ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Kelurahan Melayu di Kecamatan Tenggarong menjadi salah satu wilayah prioritas dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2025. Sebanyak 36 rumah warga berpenghasilan rendah akan direnovasi secara bertahap untuk meningkatkan kualitas hunian.
Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, menyampaikan bahwa pendataan dan verifikasi penerima manfaat telah rampung, menggunakan acuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Seluruh proses pendataan dan verifikasi penerima manfaat telah selesai. Data yang digunakan telah dicocokkan dengan DTKS guna memastikan ketepatan sasaran program,” ujarnya, Jumat (21/3/2025).
Program ini berada di bawah koordinasi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kalimantan Timur. Selain perbaikan fisik, bantuan juga mencakup penyediaan sanitasi dasar dan akses air bersih, terutama untuk rumah yang belum memiliki MCK layak.
Namun, 18 rumah di bantaran Sungai Kartini terpaksa dikeluarkan dari daftar penerima karena berada di zona rawan bencana. Pemerintah mengganti penerimanya dengan warga lain yang terdata di DTKS dan berdomisili di lokasi aman.
“Ini soal keselamatan jangka panjang. Meskipun mereka terdata, kita harus pastikan pembangunan tidak dilakukan di zona merah,” jelas Aditiya.
BSPS akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Kaltim, dan tahap kedua menyusul lewat dukungan Pemkab Kukar. Warga penerima manfaat juga dilibatkan langsung dalam proses pembangunan sebagai bentuk gotong royong.
“Semangat gotong royong dan swadaya masih sangat kuat di masyarakat. Ini yang coba kita jaga dalam program seperti ini,” pungkas Aditiya Rakhman.
(adv/diskominfokukar/o)
