ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah strategis dalam mempercepat pengembangan kawasan konservasi dan pariwisata di Kepulauan Derawan -Maratua. Yakni, dengan mengonversi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni dalam keterangannya menyebutkan upaya ini, berawal dari kunjungan Duta Besar Inggris tahun lalu ke Kalimantan Timur.
Dalam kunjungan tersebut, pihak Inggris menanyakan kebutuhan utama daerah dan Kaltim menegaskan perlunya dukungan untuk pengembangan Blue Ocean di Maratua.
“Setelah kita jelaskan, mereka tertarik. Lewat YKAN, akhirnya mereka memberikan bantuan untuk pengembangan pariwisata di Maratua dan sekitarnya,” ungkap Sri Wahyuni.
Dengan adanya BLUD, pengelolaan kawasan wisata Maratua akan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemerintah berencana mengadopsi model pengelolaan yang telah diterapkan di Papua, dengan satu operator bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan konservasi.
“Kita harapkan nanti dengan adanya BLUD, kita akan mengadopsi seperti yang ada di Papua. Jadi satu operator, ini kan yang punya nilai konservasinya tinggi, jadi wisatawan juga selain mendapatkan kenyamanan, tetap tidak mengganggu konservasi,” lanjutnya.
Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya kehadiran operator dan BLUD sebagai unit pemerintah yang bertindak sebagai pengelola utama.
Dengan mekanisme ini, wisatawan dapat menikmati keindahan Maratua dengan lebih elegan, sejalan dengan statusnya sebagai destinasi internasional.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan mengadakan diskusi dengan para pemangku kepentingan di Berau bulan ini. Diskusi ini bertujuan untuk membahas keterlibatan masyarakat dalam mendukung pengelolaan destinasi Maratua dan sekitarnya.
“Kita belajar dari Papua dan sudah ada diskusi. Insyaallah bulan ini di Berau, kita akan mengundang para stakeholder terkait untuk membahas bagaimana masyarakat bisa berperan dalam pengelolaan destinasi Maratua dan sekitarnya,” tutupnya. (Do)
