Rudy Mas’ud Tanggapi Isu Putra Daerah Jelang Pilkada Kaltim

Caption: Rudy - Seno dalam kesempatan memberikan pernyataan kepada awak media.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Calon Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud berkomentar terkait isu“putra daerah”jelang Pilkada Kaltim November 2024 mendatang.

Isu putra daerah asli saat ini menjadi perbincangan hangat.

Namun menurut Rudy, isu tersebut tidak relevan dengan situasi saat ini.

“Berkaitan dengan isu putra daerah, menurut kami sebenarnya tidak menjadi isu. Karena putra daerah masih ambigu, apa barometernya putra daerah tersebut,”kata Rudy seusai konsolidasi Tim Pemenangan di kantor Gerindra Kaltim, Jalan Kadrie Oening, Samarinda.

Rudy yang juga terpilih kembali sebagai Legislator RI dapil Kaltim itu menilai kriteria untuk menyebut seseorang sebagai putra daerah masih belum jelas, apakah harus berdasarkan suku asli, tempat lahir, atau lamanya tinggal di daerah tersebut.

Ia menegaskan saat ini Kaltim telah menjadi Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, dan fokus seharusnya bergeser pada isu-isu nasional.

“Kaltim adalah IKN, bukan lagi isu kedaerahan. Jadi kita harus berbicara ke arah nasional, bagaimana mengurangi pengangguran, meningkatkan SDM, menciptakan lapangan pekerjaan, ekonomi kreatif, dan infrastruktur,” ucap Rudy.

Pada kesempatan itu pula, Rudy -Seno memberikan kepercayaan kepada Irianto Lambre sebagai Ketua Harian Tim Pemenangan. Menurut Irianto, fokus pada status putra daerah adalah isu yang sudah usai.

“Fokus pada isu politik tentang putra daerah, bagi saya di Kalimantan Timur maupun di Indonesia sudah selesai.”ujarnya.

Irianto menambahkan, selama masa Orde lama dan Baru, tidak ada gubernur atau wali kota yang merupakan putra daerah, namun hal tersebut tidak mengganggu kemajuan.

“Mari kita ingat bersama pada saat zaman Pak Soeharto, semua gubernur atau wali kota, tidak ada saat itu putra daerah yang menjabat,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami kemajemukan di Kaltim.

“Kaltim ini sudah terbiasa hidup sebelum kemerdekaan, dengan heterogenitas. Baik dari budaya, etnis, agama. Jadi anak-anak muda ini harus benar-benar memahaminya. Jangan sampai mendiskreditkan orang,” tegasnya. (*)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+