SMA 2 Balikpapan, Sekolah Pertama di Kaltim yang Peduli Stunting

Caption: Foto : SMA N -2-balikpapan jadi inisiator pertama yang membentuk kpps. (ist)(Adakah.id)

Adakah.id, Samarinda – Stunting adalah masalah serius yang mengancam kesehatan dan perkembangan anak-anak.

Untuk mencegahnya, SMA 2 Balikpapan menjadi sekolah pertama di Kalimantan Timur yang membentuk Komunitas Pelajar Peduli Stunting (KPPS) dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

Kepala SMA 2 Balikpapan, Ririen Friedayati, mengatakan bahwa KPPS dan SSK bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa dan masyarakat sekitar tentang stunting dan cara pencegahannya.

KPPS dan SSK juga melakukan berbagai kegiatan edukatif, sukarela, dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait.

“Jadi kita menguatkan basis pemuda SMA 2 Balikpapan, bagaimana pemuda itu, memiliki 3 aspek. yakni, kesehatan, ceria, dan kecerdasan,” ujar Ririen.

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh KPPS adalah membuat dan mengunggah video informatif tentang stunting di media sosial.

Video ini mendapat respons positif dan viral, sehingga banyak masyarakat yang teredukasi tentang bahaya stunting.

Selain itu, KPPS juga membuat program podcast yang membahas lebih dalam tentang stunting.

“Kita unggah video itu lewat medsos, dan alhamdulillah-nya rame sekali,” kata Ririen.

SMA 2 Balikpapan juga menjadi pelopor KPPS dan SSK di sekolah-sekolah lain di Kalimantan Timur. Ada 14 sekolah yang telah bergabung dengan KPPS dan SSK, antara lain SMA 6, 7, 9, dan Nusantara Balikpapan, SMA 1 Busang, 1 Kuaro, 5 Penajam Paser Utara (PPU), 1 Kota Bangun, 7, 12, 15, dan 16 Samarinda, serta SMP 4 dan 22 Balikpapan.

“Selanjutnya kita undang teman-teman OSIS di beberapa sekolah, alhamdulillah atusiasme sekolah-sekolah yang kita undang luar biasa,” ungkap Ririen.

Ririen berharap, inisiatif SMA 2 Balikpapan ini dapat menginspirasi anak muda dan masyarakat luas untuk peduli terhadap masalah stunting dan berkontribusi dalam mencegahnya. (Adv)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+