Dinkes Kaltim Sosialisasikan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba ke Sekolah-sekolah

Caption: Agenda di sekolah untuk menjelaskan bahaya narkoba. (Istimewa)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Narkoba merupakan salah satu ancaman serius bagi kesehatan dan masa depan bangsa. Menurut data, Kaltim masuk dalam peringkat tiga besar kasus narkoba di seluruh Indonesia. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim berkomitmen untuk memerangi narkoba dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui Gerakan Aksi Bergizi.

Gerakan Aksi Bergizi ini ditujukan untuk remaja putri, khususnya yang sedang menstruasi, sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Stunting adalah kondisi anak yang mengalami pertumbuhan yang terhambat akibat kurang gizi, yang dapat disebabkan oleh penggunaan narkoba. Kepala Bidang (Kabid) Kefarmasian Dinkes Kaltim, Padliansyah, mengatakan bahwa narkoba dapat menyebabkan dampak buruk yang fatal bagi kesehatan.

“Pengguna opioid bisa menyebabkan overdosis, penurunan fungsi pernapasan dan kematian,” kata Padliansyah.

Gerakan Aksi Bergizi ini dilakukan secara serentak di 32 titik lokasi di seluruh Kaltim, dengan menggandeng institusi pendidikan sebagai mitra. Dalam gerakan ini, remaja putri diajarkan untuk sarapan dengan menu sehat yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, dan buah, sesuai dengan konsep isi Piringku. Mereka juga diberikan tablet tambah darah (TTD) untuk diminum secara bersamaan, untuk mencegah anemia yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin.

“Minum TTD ini untuk pencegahan anemia di masa mendatang, hingga menjadi calon ibu dan akan melahirkan anak-anak yang sehat bagi Kaltim,” ujar Padliansyah.

Selain itu, Dinkes Kaltim juga mensosialisasikan bahaya dari narkoba, obat-obatan seperti ekstasi, dan cara memusnahkannya. Padliansyah berharap, dengan adanya Gerakan Aksi Bergizi ini, angka stunting di Kaltim dapat terus berkurang. Ia menyebutkan, pada tahun lalu, persentase stunting di Kaltim adalah 27 persen, tetapi saat ini sudah turun menjadi 18 persen.

“Mudah-mudahan sampai di akhir tahun, ada penurunan,” harapnya. (ADV)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+