ADAKAH.ID, SAMARINDA – DPRD Kaltim menyoroti lama antrean BBM subsidi di seluruh SPBU di Samarinda. Antrean tersebut memakan waktu berjam-jam dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Antrean ini sangat memalukan bagi kita, terutama bagi orang-orang dari luar daerah yang berkunjung ke Kaltim, khususnya ke Samarinda dan Balikpapan,” kata Anggota DPRD Kaltim H Romadhony Putra Pratama, Jumat (17/11/2023).
Romadhony mengatakan, antrean terjadi sepanjang tahun, dan semakin parah menjelang akhir tahun. Ia meminta Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mencarikan jalan keluar dari masalah ini.
“Saya minta Pak Pj Gubernur mencarikan jalan keluarnya. Ini sudah tidak bisa ditolerir lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan manajemen PT Pertamina Patra Niaga Balikpapan pada Selasa lalu. Namun, tidak ada solusi yang dihasilkan, karena hal ini tergantung pada kebijakan pusat.
“Kami sepakat, bersama-sama menyampaikan kondisi riil di Kaltim terkait BBM Subsidi yang perlu ditambah ke Kementerian ESDM,” kata Akmal.
Akmal juga mengatakan, penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum tak bertanggungjawab adalah di luar kewenangan Pemprov. Ia berharap, Kementerian ESDM dapat memberikan solusi agar masyarakat Kaltim tidak antre lagi berjam-jam untuk mendapatkan BBM Subsidi.
“Kami berharap, masyarakat Kaltim bisa mendapatkan pelayanan yang baik dari pemerintah pusat,” tutupnya.
(adv/dprdkaltim/by)
