ADAKAH.ID, SAMARINDA – Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober, baru saja berlalu. Sebagai respon, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin menyoroti pentingnya upaya serius untuk menekan angka prevalensi pengidap gangguan jiwa.
Untuk memastikan hal tersebut terjadi, Salehuddin mengajak pemerintah baik provinsi, kabupaten dan kota untuk menggandeng masyarakat saling membahu melakukan pencegahan.
Salehuddin juga mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, termasuk juga Kabupaten Kota, untuk melakukan pendataan yang kompehensif terkait prevalensi gangguan jiwa.
Kemudian, pelayanan kesehatan di setiap tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit sangat perlu untuk meningkatkan peran dalam menanggulangi gangguan kesehatan mental.
“Kami dorong Pemerintah Provinsi, termasuk Dinkes memaksimalkan pelayanan di rumah sakit jiwa. Bukan hanya upaya kuratif tetapi juga preventif,” kata Salehuddin, Selasa (24/10/3023).
Setali tiga uang, pentingnya pendidikan kesehatan mental, pemberian informasi terkait kategori gangguan kejiwaan, hingga pemaksimalan aktivasi terhadap puskesmas, rumah sakit, serta komunitas.
“Upaya preventif kesehatan jiwa harus dimaksimalkan, termasuk bagaimana pendidikan kesehatan, agar masyarakat tidak gampang jatuh dalam posisi depresi,” ujar Salehuddin.
“Kasus bullying yang meningkat itu juga bagian dari proses gangguan kejiwaan pada pertumbuhan perkembangan anak-anak di sekolah yang belum maksimal,” sambungnya.
Sebagai pamungkas, Politisi Golkar itu juga mengimbau para siswa tidak serampangan menerima informasi yang salah. Ia menjurus pentingnya keterlibatan orang tua untuk mengawasi putra-putrinya.
(adv/dprdkaltim/by)
