ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Untuk memastikan ketersediaan air bersih, Pemerintah Desa (Pemdes) Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) menyalurkan bantuan berupa tandon penampung air di setiap rumah warga.
Pengadaan penampung air tersebut dilandasi karena, pompa air bersih yang disediakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat hanya dapat beroperasi selama tiga jam per hari.
Masalahnya lainnya yakni, air baku yang dialirkan ke Desa Saliki memiliki kandungan zat besi yang tinggi, sehingga membutuhkan waktu enam jam untuk diendapkan sebelum dapat digunakan.
“Kami menyediakan tandon untuk menampung air selama pompa air beroperasi. Program pengadaan tandon untuk setiap rumah telah kami jalankan sejak dua tahun lalu,” ungkap Kepala Desa (Kades) Saliki, Saliansyah, pada Selasa (14/10/2023).
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2023, pihaknya telah memasang 50 tandon yang akan dibagikan kepada warga setempat. Selanjutnya, dalam anggaran perubahan tahun ini, program pengadaan wadah penampungan air akan dilanjutkan.
“Kami akan melanjutkan program ini dalam perubahan anggaran agar dapat diselesaikan tahun ini,” tambahnya.
(adv/diskominfokukar/hae)
