ADAKAH.ID, SAMARINDA – Proses pencarian korban longsor di Jalan Gerilya, Gang Keluarga, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kota Samarinda, akhirnya menemui titik terang.
Sutiah (40), korban terakhir yang hilang dalam musibah tersebut, berhasil ditemukan tim gabungan pada Rabu (28/5/2025) dalam kondisi meninggal dunia.
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Basarnas, relawan, dan petugas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah memulai pencarian kembali sejak pukul 07.00 WITA pagi tadi.
Proses evakuasi sempat mengalami kendala akibat reruntuhan bangunan batu tempat korban tertimbun, yaitu sebuah rumah sewaan tiga pintu yang mengalami kerusakan parah.
“Korban ditemukan sekitar pukul 15.15 WITA, lalu proses dievakuasi sekitar pukul 16.00 WITA. Korban atas nama Ibu Sutiah langsung dibawa ke rumah keluarganya,” jelas Edy Susanto, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda, saat dikonfirmasi.
Lokasi penemuan Sutiah berada di area yang sama dengan Ayu (25), korban selamat yang berhasil dievakuasi pada hari pertama kejadian. Ayu ditemukan dengan kondisi luka-luka, mengalami dislokasi pada kaki kiri dan luka di bagian kepala.
Ia saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD A.W. Sjahranie. Selain Ayu, empat orang lainnya dinyatakan selamat dari insiden longsor ini dengan luka ringan dan syok.
Edy Susanto membandingkan situasi dengan longsor sebelumnya di Jalan Belimau Raya, Lempake, Samarinda Utara pada 12 Mei lalu. Meski tanah di lokasi Sungai Pinang Dalam masih labil dan berpotensi longsor susulan, situasi pencarian kali ini dinilai lebih terkendali.
“Struktur bangunan yang sebagian besar dari kayu sedikit memudahkan proses evakuasi. Tapi korban terakhir ini tertimbun di bawah reruntuhan bangunan tembok, jadi agak menyulitkan dan kami harus menggunakan alat berat,” ujar Edy. Alat berat ekskavator mini digunakan untuk membantu menembus reruntuhan tembok tersebut.
Dengan ditemukannya jenazah Sutiah, BPBD Samarinda secara resmi menghentikan proses pencarian. Edy Susanto kembali mengingatkan masyarakat, terutama yang bermukim di wilayah rawan longsor, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah kota,” pungkasnya. Imbauan ini menjadi penutup dari operasi pencarian yang mengakhiri duka musibah longsor di Gang Keluarga tersebut.(Do)
