ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Loa Ulung secara resmi meluncurkan Koperasi Merah Putih sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Koperasi ini berfokus pada sektor perikanan keramba serta pengembangan wisata sungai yang menjadi potensi unggulan desa.
Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, menjelaskan bahwa koperasi ini melibatkan unsur masyarakat luas seperti UMKM, kelompok PKK, dan pembudidaya ikan.
“Keramba sudah banyak berdiri. Maka koperasi akan mempermudah distribusi pakan dan bibit ikan secara kolektif,” jelasnya.
Menurut Hermi, koperasi ini tidak hanya menjadi wadah transaksi, tetapi juga bagian dari strategi besar pengembangan Loa Ulung sebagai desa wisata mandiri.
“Kami ingin koperasi berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata sungai. Jadi, tidak hanya soal ikan, tapi juga nilai tambah dari wisata,” tegasnya.
Koperasi Merah Putih akan bersinergi dengan BUMDes Loa Ulung, yang sebelumnya fokus pada jasa transportasi, penyewaan alat pesta, serta distribusi hasil panen.
Setelah sempat vakum akibat pandemi, BUMDes kini kembali aktif dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Tahun ini pendapatan tertinggi sekitar Rp3 juta. Tapi keberlanjutan jauh lebih penting dari sekadar angka,” tambah Hermi.
Dengan kehadiran koperasi, Pemdes Loa Ulung menargetkan terbentuknya kelembagaan ekonomi kolektif yang mampu meningkatkan efisiensi usaha, promosi wisata, serta memperluas pasar produk unggulan desa.
“Kehadiran koperasi ini harus menjadi momentum pembenahan sistem ekonomi desa secara menyeluruh,” pungkasnya. (Adv)
