ADAKAH.ID, SAMARINDA – Sekitar pukul 15.00 Waktu Indonesia Tengah, hujan mulai mengguyur kota Samarinda. Hujan tersebut dengan intensitas cukup deras ini menyebabkan sejumlah titik mengalami banjir.
Jalan KS Tubun Dalam, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu adalah salah satu titik banjir, pada Kamis (20/7/2023).
Sore itu, hujan rintik masih turun. Parjo, seorang pedagang pangsit goreng tengah duduk di sebelah rombong jualannya. Sambil menanti pembeli Parjo mengatakan di Jalan KS Tubun, apabila hujan turun dengan deras selama satu jam. Banjir bisa capai setinggi lutut orang dewasa.
“Poko’e (pokoknya) setiap hujan ya banjir. Kalau tidak salah tadi hujan dari jam 3, sampai sekarang ini. Terang, hujan lagi,” kata Parjo saat diwawancarai, Kamis pukul 17.30 WITA.
Di lokasi tersebut, air meluap dari dalam selokan. Terlihat sampah plastik berserak di tepi jalan dekat selokan.

Masliah, seorang pedagang buah mengatakan banjir yang terjadi saban hujan deras. Air meluap dari selokan yang tersumbat sampah. Apabila hujan sangat deras, banjir bisa lebih dari lutut orang dewasa, serta arus yang kencang.
Sebagai pedagang ia merasa terhambat tatkala hujan membuat banjir.
“Kalau sudah hujan bisa masuk hingga ke teras warung, berapa meter itu dari jalanan. Sampah-sampah berceceran,” tutur Masliah.
“Kasih tahu itu sama yang jualan, kalau punya sampah, kalau lagi banjir, jangan sampahnya dilarutkan ke aer, kasihan yang di ujung sana,” ketusnya.
Masliah berharap masyarakat KS Tubun Dalam bisa sadar akan kebersihan. Terutama tidak membuang sampah sembarangan. Ia juga berharap pemerintah bisa mengontrol fungsi saluran drainase di area tersebut.
“Dulu jarang banjir, karena paritnya ndak disemen, kalau kayu kan masih bisa dibongkar, kalau semen kan dipajang mati. Paritnya disemen, kalau mau dibongkar jadi biaya lagi kan,” ungkapnya.
Sekilas info, menurut data ITS-TRC hujan dengan intensitas sedang-deras terjadi dari pukul 16.30 – 17.30 WITA. Dari Pantauan ITS-TRC kawasan yang banjir berjumlah 12 titik.
Di antaranya, Jalan KS Tubun Dalam, Jalan Pasundan, Jalan Juanda, Jalan Kadrie Oening, Jalan HAM Rifaddin, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Teuku Umar, Jalan Katamso, Jalan Gerilya, Jalan Damanhuri, Jalan Cipto Mangunkusumo.
Tidak ada longsor dan pohon tumbang. Rata-rata tinggi muka air 20-50 cm.
(HI)
