Ivan: DPK Kaltim Perlu Diprioritaskan Pengadaan Buku Terbaru

Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranuddin
Caption: Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranuddin, menyoroti pengadaan buku dengan masih dengan sistem lelang (Ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Salah satu pekerjaan menumbuhkan minat baca kepada masyarakat Kalimantan Timut (Kaltim), salah satu yang perlu dipastikan yakni selalu melakukan pengadaan koleksi buku di perpustakaan daerah.

Kendati demikan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim, Muhammad Syafranuddin mengungkapkan, selama ini pihaknya untuk menghadirkan koleksi buku yang terbaru harus melalui sistem lelang.

Ia berharap DPK Kaltim mendapatkan prioritas pengadaan buku tanpa melalui lelang. Hal ini pelu dilakukan guna memenuhi kebutuhan koleksi buku-buku edisi terbaru bagi para pemustaka.

Menurutnya, jika pengadaan buku hanya mengandalkan proses dari lelang saja, maka DPK Kaltim akan ketinggalan penambahan koleksi buku terbaru.

“Kalau bisa tidak melalui lelang lagi. Kami maunya bisa update terus untuk koleksi buku-buku edisi terbaru. Misalnya bulan ini kita bisa beli langsung, jadi tidak menunggu lama ketika ada buku-buku yang terbit edisi terbaru.” ujar Ivan kepada awak media, beberapa waktu lalu.

“Kalau bisa kita meminta pengecualian, karena kalau menunggu melalui lelang itu kan harus tunggu banyak dulu, nah itu yang sulit, perlu waktu lama dan akhirnya buku-buku kita ketinggalan,”jelas Ivan.

Ivan juga mengakui, dengan menggunakan sistem lelang, pengadaan buku seringkali diberikan secara gelondongan. Koleksi buku yang diterima biasanya buku yang diterbitkan tahun lama dan tidak update.

Pa, pengadaan buku-buku di perpustakaan daerah biasanya dilakukan selama 2 kali dalam setahun dengan anggaran Rp 200 juta.

“Kalau lelang nunggu lagi, iya kalau buku ada. Saya berharap pengadaan buku ini seperti ‘minum obat’, sesuai kebutuhan. Ada buku best seller kita bisa beli, jangan menunggu. Karena bisa ketinggalan yang akhirnya hanya menjadikan kita sebagai bank buku saja, sehingga bukan lagi tempat untuk menyimpan ilmu,” pungkasnya.

(Adv/Kominfo Kaltim/Sam)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+