ADAKAH.ID, SAMARINDA – Warga pesisir Sangkulirang Seberang, Kabupaten Kutai Timur, masih hidup dalam keterbatasan infrastruktur dasar. Hingga pertengahan 2025, sejumlah desa seperti Mandu Dalam, Mandu Pantai Lestari, Saka, dan Kesandaran belum menikmati listrik, jalan layak, maupun akses air bersih.
Kondisi ini memantik kritik dari Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan. Ia menilai pemerintah daerah maupun pusat lamban merealisasikan janji pembangunan yang sudah lama digaungkan. “Wilayah ini pernah disebut sebagai prioritas pembangunan saat kampanye gubernur maupun DPR RI. Namun sampai sekarang, warga belum melihat bukti nyata. Mereka mulai kehilangan harapan,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).
Menurut Agusriansyah, persoalan keterisolasian tidak bisa semata-mata dibenarkan oleh faktor geografis. “Sangkulirang Seberang adalah daerah pesisir yang mestinya mudah dijangkau. Ironinya, bukan hanya internet yang tak ada, listrik pun belum menyentuh kawasan ini,” tegasnya.
Ia mengakui Pemerintah Kabupaten Kutim telah memulai survei bersama PLN dan Perusahaan Milik Kutim (PMK). Namun, progres lanjutan tetap bergantung pada Pemprov Kaltim dan Kementerian ESDM. “Survei itu baru langkah awal. Yang paling penting adalah bagaimana Pemprov mengawal agar anggaran elektrifikasi bisa masuk program nasional,” jelasnya.
Selain listrik, Agusriansyah menyoroti buruknya kondisi jalan yang kian menegaskan ketimpangan pembangunan. Ia menilai hal ini bukan hanya soal keterlambatan pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan ketidakadilan dalam pelayanan publik. “Lebih dari tujuh dekade Indonesia merdeka, tapi masih ada warga yang belum menikmati hak dasar seperti listrik dan air bersih. Ini masalah keadilan sosial,” katanya.
Agusriansyah menegaskan akan terus mengawal aspirasi warga agar tak kembali jadi korban janji politik lima tahunan. “Kami tidak akan tinggal diam. Aspirasi masyarakat harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata, bukan sekadar retorika,” pungkasnya.
(adv/dprdkaltim/o)
