ADAKAH.ID, SAMARINDA – Dalam gelaran one on one meeting pasca terlaksananya Mahakam Investment Forum (MIF), ada beberapa sektor unggulan yang disampaikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim.
Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto menyebutkan, di one on one meeting ada beberapa sesi. Tiap proyek juga ada beberapa peminat. Mulai investor dalam hingga luar negeri.
Pasca one on one meeting itu, pihaknya bakal memantau lebih lanjut terkait diskusi yang telah terlaksana dengan sejumlah investor. Puguh juga menyebutkan beberapa kawasan industri dan ekonomi yang ada di Kaltim.
“Seperti di Penajam Paser Utara (PPU) itu ada Kawasan Industri Buluminung (KIB), Kawasan Industri Kariangau (KIK) di Balikpapan, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kutai Timur (Kutim). Nanti akan kami monitor perkembangan semuanya,” ujarnya.
Tak sekadar memantau perkembangan kawasan industri dan ekonomi khusus di Kaltim, pihaknya juga segera menyelaraskan perkembangan strategis di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang mencakup Selat Lombok, Selat Makassar, dan Laut Sulawesi.
“Kami juga akan maksimalkan perkembangan investasi dengan Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang dirilis dan disiapkan pemerintah kabupaten dan kota,” sambungnya.
IPRO yang dimaksud bakal diperbaharui pada akhir 2023 nanti. Pun sektor yang pihaknya sampaikan di one on one meeting sudah ada di IPRO.
“Itu (sektor yang disampaikan di one on one meeting) sudah sesuai dengan standar investasi. Perkembangannya nanti kami monitor,” sambung Puguh.
Selain itu, ada juga beberapa perkembangan lain di ranah investasi. Salah satunya soal hilirisasi dari hadirnya pabrik smelter nikel yang berlokasi di Sanga-sanga, Kutai Kartanegara (Kukar).
“Kemungkinan akan kami rilis dan kami akan coba monitor dulu. Kalau sudah ada kepastian, akan kami publikasi. Ini masuk periode dari akhir triwulan III,” tandasnya.
(adv/dpmptspkaltim/yas)
