ADAKAH.ID, SAMARINDA – Klub sepak bola kebanggaan warga Samarinda, Borneo FC ditinggalkan pelatihnya, Mario Gomez.
Selain itu, dua orang asistennya yakni, pelatih kiper Jorge Rodrigues dan pelatih fisik, Marcos Gonzales.
Ketiga pelatih asing tersebut disebut – sebut mengumumkan pengunduran diri secara mendadak, Kamis, 16 September 2021.
Hengkangnya ketiga pelatih asing tersebut diumumkan manajemen klub di situs resmi dan kanal sosial media Instagram @borneofc.id dan borneofc.id.
Dalam postingan instagramnya, manajemen mengumumkan dan mengucapkan terimakasih kepada pelatih asal Argentina tersebut dan dua orang asistennya karena telah berkontribusi di tim Pesut Etam.
Namun kepergian mantan pelatih Arema FC itu meninggalkan sejumlah persoalan.
Mundurnya pelatih mereka disebut- sebut secara sepihak dan tanpa pemberitahuan. Persisnya di hadapan seluruh pemain dan staf official setelah Pesut Etam menelan kalah 1-0 dari Persik Kediri dalam laga Liga 1 Indonesia 2021-2022 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jumat silam.
Manajer Tim Borneo FC, Farid Abubakar, mengaku sangat menyayangkan sikap Gomez, Rodriguez, dan Gonzales yang tidak disebut profesional. Pasalnya, kontrak kerja Gomez dan Gonzales kepada tim baru akan berakhir Desember tahun ini. Sementara kontrak Jorge baru berakhir April tahun depan.

Manajer Borneo FC, Farid mengatakan kehadiran ketiganya merupakan bagian dalam proyek jangka panjang klub. Komitmen ini dituangkan dengan mengontrak mereka selama dua musim, sementara kompetisi baru berjalan selama dua pekan. Alhasil, tim sangat dirugikan atas pilihan Gomez dan keduanya untuk meninggalkan klub.
Farid mengaku Borneo FC akan membawa persoalan tersebut kepada FIFA Dispute Resolution Chamber (DRC).
DRC merupakan sebuah komite yang berfungsi untuk mengambilalih beberapa kasus legal tertentu, mengenai status internasional dan transfer para pemain sepakbola internasional.
Akan tetapi, sejak didirikan pada 2001, DRC tidak hanya berkutat pada persoalan pekerjaan dan kontrak pemain. DRC juga terlibat dalam persoalan kompensasi kepelatihan dan mekanisme solidaritas antar klub yang dimiliki asosiasi yang berbeda-beda.
DRC sendiri akan mengadili sebuah perkara dalam jangka waktu 30 hingga 60 hari. Hakim DRC mengadili tergugat setelah menerima permintaan yang sah dari pihak penggugat. Namun keputusan bersalah atau tidak bersalah akan diambil peserta sebuah panitia kecil yang terdiri ketua dan anggota lainnya. Rapat pengambilan keputusan pun diadakan secara tertutup.
“Tindakan ini sangat merugikan klub dan tentu melanggar kontrak yang sudah disepakati,” ujarnya.
Untuk memenuhi regulasi, Farid menjelaskan klub menunjuk caretaker coach, Ahmad Amiruddi.
Namun Ahmad Amiruddi enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut. Pasalnya, persoalan tersebut murni merupakan urusan antara Mario Gomez dan manajemen Borneo FC.
Amir menjelaskan, perbedaan memang akan ada karena tim sejak awak dibentuk Gomez. Akan tetapi, dia meyakini sesuatu yang pergi tentu memiliki akhir yang baik. Menurutnya, satu-satunya tugas tim dan pemain adalah fokus, semangat, dan disiplin untuk menghadapi pertandingan-pertandingan yang akan datang, khususnya dalam laga melawan Barito FC besok.
“Life must go on, kita harus tetap fokus dan semangat khususnya buat pertandingan besok,” terangnya.
