Terkait Usulan DPRD Soal Anggaran Pariwisata, Begini Tanggapan Disporapar Samarinda

Caption: Kadispora par Samarinda, Muslimin. (Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin menyambut baik usulan Anggota DPRD Iswandi, untuk memajukan kepemudaan, olahraga dan pariwisata Samarinda.

Politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan beberapa hal terkait dengan anggaran dan program untuk pariwisata yang begitu kecil sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) hendak didorong naik.

“Saya menyambut positif dengan upaya baik saudara Iswandi komisi II DPRD Samarinda meningkatkan pariwisata Samarinda,” kata Muslimin.

Terkait dengan usulan penambahan anggaran untuk pariwisata, Muslimin mengatakan hal itu perlu pembahasan lebih lanjut.

“Perlu melibatkan seluruh pihak terkait anggaran, karena anggaran yang ada sesuai dengan nomenklatur. Sebab Disporapar Samarinda mengurusi kepemudaan, pariwisata dan ekonomi kreatif,” imbuhnya.

DPRD Samarinda sebagaimana diketahui telah membentuk pansus raperda desa wisata. Muslimin menyambut baik hal tersebut.

“Perlu ada pembahasan lebih panjang dan mendalam tentang bagaimana proses draf perda susuai dengan naskah akademik dari analisis mendalam, agar raperda desa wisata bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Dalam rapat bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Iswandi menyampaikan alokasi anggaran untuk Pariwisata yang hanya mencapai Rp 4 miliar, dari total Rp 64 miliar anggaran dinas tersebut.

“Selama setahun, hanya Rp 4 miliar yang dialokasikan. Kita harus diskusikan ulang,” tegasnya, Senin (10/3/2025) kemarin.

DPRD tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Desa Wisata sebagai langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Iswandi, dengan anggaran yang minim, pengembangan destinasi wisata di Samarinda menurutnya sulit mencapai hasil yang optimal.

Lebih lanjut, Iswandi juga menyoroti ketidakhadiran Kepala Disporapar dalam rapat pembahasan sektor pariwisata.

Ia menilai, hal ini dianggapnya. ketidakseriusan pemerintah dalam mendorong sektor wisata agar lebih berkembang.

“Karena dinas ini digabung dengan pemuda dan olahraga, pariwisata jadi terabaikan. Masa dari Rp 64 miliar, hanya Rp 4 miliar yang dialokasikan ke pariwisata? Gimana mau maju kalau begini?” ujarnya.

Sebagai solusi, Iswandi mengusulkan agar Dinas Pariwisata dipisahkan dari Disporapar agar pengelolaannya lebih fokus dan efektif.

Ia berharap pada tahun 2025, anggaran pariwisata bisa ditingkatkan agar program pengembangan destinasi wisata di Samarinda dapat berjalan maksimal.

DPRD Samarinda akan terus mengawal pembahasan anggaran ini, agar sektor pariwisata mendapatkan perhatian yang lebih proporsional dalam pembangunan daerah. (Do/J)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+