Seluruh Tahanan Rutan Samarinda Berlinang Air Mata, Ini Sebabnya

Caption: Karutan Samarinda Alanta Imanuael Ketaren keliling blok sel tahanan untuk berpamitan dan disambut isak tangis para warga binaan.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Kepala Rutan Kelas IIA Samarinda Alanta Imanuel Ketaren tidak dapat menyebunyikan kesedihannya meninggalkan kota Samarinda.

Suasana serah terima jabatan menjadi sendu ketika tugasnya menjadi orangtua bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tunai sudah, hari ini Kamis 27 Oktober 2022.

Proses Serah Terima jabatan (Sertijab) Karutan Kelas IIA Samarinda yang lama ke Karutan yang baru.

Pengabdiannya untuk memotivasi dan mendorong para tahanan kembali ke jalan yang benar telah ia lalui selama dua tahun empat bulan itu membuat seluruh penghuni rutan berlinang air mata. Pelukan perpisahan menandai harapan besar, kedepan nasib baik menyertai Suami dari Nena Alanta tersebut.

Tentunya, terdapat kesan yang ia peroleh selama di Samarinda adalah hal yang sangat positif bagi dirinya dan keluarga.

“Kesan selama bertugas di Rutan Samarinda sangat nyaman, sangat bersahabat dan terbangun rasa persaudaraan serta penuh dengan ketenangan,” kata Alan sapaannya, seusai agenda serah terima jabatan ke Karutan yang baru (27/10).

Hal itu bukan tanpa sebab, dalam membina ribuan tahanan baik pria dan perempuan serta mengarahkan jajaran petugasnya. Ia dikenal ramah dan penuh dengan canda tawa, mengakomodir kegiatan positif dan mendukung penuh.

“Samarinda adalah tugas pertama saya di luar daerah. Pengalaman merantau saya ya di Samarinda,” imbuhnya.

Pegalamannya bertugas di Samarinda disebutnya akan menjadi bekalnya di tempat yang baru, yakni Lapas Kelas IIB Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

“Terima kasih kepada dukungan warga kota Samarinda terlebih seluruh pegawai Rutan Samarinda yang sama – sama komitmen menjaga kebersihan, keamanan dan komunikasi harmonis selama saya bertugas,” ungkapnya.

Don Sinyo bukan nama aslinya mengatakan, sosok pria asal karo itu penuh dengan rasa kasih dan sayang membimbing para tahanan.

Sebagai seorang pendamping tahanan selama Alanta bertugas di Samarinda. Banyak hal baik yang dilakukan termasuk kepada dirinya. Hal itu lah yang membuat warga binaan merasakan Rutan menjadi rumah kedua.

“Pak Alan sangat baik, keluh – kesah para tahanan selalu direspon dengan baik,” ucap Sinyo sesenggukan.

Selama menjadi orangtua di Rutan Samarinda, seluruh kegiatan positif ia arahkan dan berjalan dengan lancar. Bahkan, Ustad Das’ad Latif kerap diundang untuk mengisi ceramah di dalam rutan kendati Alanta beragama non muslim.

“Pak Alan adalah yang terbaik bagi kami, semoga beliau diberkahi keselamatan dan kesejahteraan di tempat tugas yang baru,” harapnya.

Turut hadir dalam sertijab Kadivpas Kemenkumham Kaltim dan seluruh instansi terkait. Kegiatan dihibur dengan penampilan dari orkes musik Rutan Samarinda. (Joy)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+