Pinjaman Online Kian Ramai di Medsos, Aplikasi CanKul Tak Hanya Membantu Permodalan UMKM, Tapi Juga Pendampingan dan Promosi

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pinjaman online (pinjol) baik melalui pesan singkat dan medsos bak jamur di musim hujan.

Menawarkan pinjaman dengan syarat mudah dan sebagainya. Namun tak semuanya terdaftar sebagai lembaga pinjaman online atau biasa disebut financial teknologi (fintech) di OJK.


Salah satu perusahaan yang bergerak di sektor jasa fintek Indonesia, Jum’at (11/12/2020) menggelar sosialisasi dalam rangka memperkenalkan produknya lewat aplikasi smartphone di Kaltim terlebih di Samarinda.

Pengenalan aplikasi pinjol itu bernama Candak Kulak (CanKul). Berlokasi di kedai Pram, Jalan KS Tubun Dalam, Kelurahan Sidodadi, Samarinda.

Aplikasi CanKul itu milik PT Artha Simo Indonesia (ASI) dibawah pengawasan otoritas jasa keuangan (ojk).

“CanKul (Candak Kulak) berdiri sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi finansial di Indonesia yang berfokus pada Peer- To-Peer (P2P) lending, dengan memberikan layanan pinjaman kepada sektor produktif seperti pelaku UMKM, industri rumahan, pemilik warung, pengrajin, pemilik toko kelontong, pedagang pasar secara cepat, aman, dan terpercaya sesuai kebutuhan pengguna,” ujar Agung menjelaskan kepada peserta workshop.

Lanjut kata dia, PT ASI sebagai perusahaan pembiayaan bisnis yang
paling depan dalam hal pengembangan inklusi keuangan di seluruh Indonesia, melalui pengembangan fintech yang
akuntabel, transparan, dan profesional.

Penggunaan Artificial Intelligence (AI) di jasa keuangan Indonesia.

Mewujudkan industri Fintech P2P lending yang sehat dan tertib.

Mengembangkan kompetensi dan potensi sumber daya tim secara konsisten dan berkesinambungan.

“Visi dan misi kami mewujudkan dan membantu program pemerintah dalam pemberdayaan UMKM,” terangnya.



Dengan mengunggah aplikasi, pelaku usaha kecil dan menengah bisa mengajukan pinjaman dengan Bunga 0,6 persen.

“Ada call centre untuk melanjutkan pinjaman atau restrukrisasi,” terangnya.

Ditambahnya lagi, saat ini pihaknya bekerja sama dengan bank BNI.

“CanKul membantu meningkatkan modal, promosi dan pendampingan. Untuk UMKM pinjaman dimulai dari Rp 20 juta sampai Rp 100 juta dengan masa tempo bermacam macam hingga sampai 4 bulan,” ungkapnya.

Pria asal Jakarta Timur, Matraman itu menambahkan, data identitas dipastikan aman. Selama satu tahun berjalan, sebanyak 7800 yang sudah di aprov dari 27 ribu pelaku usaha yang mendaftar.

Dengan bunga flat besaran biaya disebutnya pinjaman tak berubah.

“Konsulting juga dilakukan,” kata dia lagi.

Sementara itu, praktisi UMKM Samarinda, Acmad Sofyan turut memberikan penjelasan dalam kapasitasnya sebagai nara sumber siang itu.

Menurutnya era milenial saat ini sangat mudah. Dengan begitu anak muda juga mesti kreatif untuk mengajukan dana kepada pinjol.

Sofyan sapaannya itu membagikan pengalamannya selama kurun waktu tujuh tahun, mengkordinir pedagang untuk membuka lapak usaha setiap minggu di stadion sempaja dengan tenda binaan Bank Kaltimtara.

Dengan adanya program pembinaan, pengembangan juga dilakukan.
Pengalaman di gor sempaja itu cukup memberikan manfaat bagi masyarakat, dibanding harus main kucing-kucingan dengan satpol pp.

“Begitu juga pinjol ini, mesti dimanfaatkan dengan baik. Misalnya saja dengan smarphone yang dimiliki anak muda bisa menambah pendapatan dan tidak hanya digunakan semata untuk bermain game. Semisal bisa digunakan untuk berjualan pulsa, token listrik, paket data, air PDAM, dan lain-lain,” terangnya.

Memanfaatkan teknologi menjadi income sehingga bisa dimanfaatkan semisal usaha berbasis ol shop.

“Yang terpenting adalah semangat interprenur dari anak muda, ambil saja manfaat dan peluangnya dari teknologi saat ini,” pungkasnya. (Redaksi)


MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+