ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Kecamatan Tenggarong Seberang melakukan penyesuaian besar-besaran dalam struktur program kerja menyusul pemotongan anggaran sebesar 15 persen oleh pemerintah pusat. Sebanyak 16 program terpaksa dikurangi atau ditiadakan karena dianggap tidak prioritas.
Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, menyatakan langkah ini dilakukan agar pelayanan publik tetap berjalan meskipun dengan sumber daya terbatas. “Kami evaluasi semua kegiatan. Yang tidak terlalu mendesak, kami tunda atau batalkan. Fokus kami adalah memastikan layanan utama tetap berlangsung,” ujarnya, Sabtu (24/5/2025).
Sejumlah kegiatan seperti perjalanan dinas, pengadaan ATK, dan rapat-rapat non-krusial menjadi sasaran utama efisiensi. Menurut Tego, kebijakan pemangkasan dilakukan dengan mempertimbangkan skala urgensi dan dampaknya bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin pemangkasan ini berdampak langsung pada pelayanan masyarakat, jadi kami sangat selektif,” katanya.
Tego juga menyebut bahwa koordinasi dengan Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim terus dilakukan agar program prioritas tetap bisa dijalankan meskipun dengan anggaran terbatas. Ia menegaskan perlunya inovasi dalam merancang kegiatan agar efisien tetapi tetap bermanfaat.
Lebih lanjut, ia mendorong agar pemerintah pusat mempertimbangkan dampak pemotongan anggaran terhadap wilayah yang memiliki beban pelayanan tinggi seperti Tenggarong Seberang.
“Kalau pemangkasan terus dilakukan, kami khawatir akan berimbas ke sektor pelayanan dasar. Harus ada solusi jangka panjang agar pemerintah daerah tetap bisa bekerja maksimal,” tutup Tego.
(adv/diskominfokukar/o)
