Pentahelix Kunci Pengembangan Wisata Berkelanjutan di IKN

Potret Ibu Kota Nusantara (IKN). (sumber istimewa)
Caption: Potret Ibu Kota Nusantara (IKN), (sumber istimewa)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA — Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) kini mengadopsi pendekatan pentahelix untuk membangun pariwisata berkelanjutan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan melibatkan lima pihak utama—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media—pendekatan ini diharapkan dapat menjamin kualitas lingkungan dan sosial di sekitar kawasan wisata IKN.

Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat penting agar wisata di sekitar IKN berkembang tanpa merusak alam atau budaya lokal.

“Pendekatan pentahelix melibatkan semua pihak sehingga setiap kebijakan dan tindakan memiliki dampak jangka panjang yang positif,” kata Ririn.

Saat ini, sejumlah kebijakan mulai diterapkan, seperti aturan yang melarang penggunaan plastik sekali pakai di kawasan wisata IKN, pengelolaan limbah, serta penataan lanskap yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah daerah bekerja sama dengan akademisi untuk merancang konsep ekowisata yang relevan, sementara sektor usaha dan komunitas didorong untuk mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan.

Pendekatan pentahelix ini juga melibatkan media untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya wisata ramah lingkungan dan bagaimana setiap kunjungan ke IKN dapat mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, beberapa perusahaan lokal mendanai program pelatihan bagi komunitas setempat untuk menjadi pemandu wisata yang andal dan berwawasan lingkungan.

Ririn berharap bahwa konsep pentahelix ini dapat diterapkan di daerah penyangga IKN lainnya, sehingga pariwisata Kaltim berkembang dalam kerangka yang berkelanjutan.

“Kami ingin IKN menjadi contoh nasional bahwa pariwisata bisa berjalan beriringan dengan konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+